Malang – Sebanyak 10 UPT di Lingkup Kementerian yang berada di Jawa Timur menggelar pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Gabungan yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan sebagai tuan rumah pada Selasa (14/4/2026).
Acara dihadiri oleh pengurus DWP dari masing-masing UPT serta DWP BBPP Ketindan. Pertemuan rutin ini merupakan upaya mempererat silaturahmi, meningkatkan sinergi, serta memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan dalam mendukung program pembangunan pertanian. Hal ini seperti disampaikan oleh Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah, dalam sambutannya.
Nurul mengatakan, perlu disadari bersama bahwa peran Ibu-ibu sebagai istri memiliki kontribusi yang sangat besar dalam mendukung keberhasilan tugas suami sebagai aparatur. Dukungan moral, doa, serta ketenangan yang Ibu-ibu ciptakan dalam keluarga menjadi fondasi penting yang memungkinkan para suami dapat bekerja dengan fokus, penuh semangat, dan memberikan kinerja terbaiknya.
“Dalam konteks pembangunan pertanian saat ini, kita semua memiliki tanggung jawab bersama dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional. Peran Dharma Wanita tidak dapat dipandang sebelah mata. Melalui peran Ibu-ibu dalam keluarga, seperti mengelola konsumsi pangan yang sehat, memanfaatkan pekarangan, mengurangi pemborosan, hingga menanamkan nilai cinta produk pertanian dalam negeri, sesungguhnya Ibu-ibu telah menjadi bagian penting dari upaya besar tersebut,”jelas Ka Balai Nurul.
Ia juga menambahkan bahwa langkah-langkah sederhana yang dilakukan di tingkat rumah tangga, jika dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan, akan memberikan dampak yang luar biasa bagi ketahanan dan kemandirian pangan.
“Di sinilah peran strategis Ibu-ibu Dharma Wanita sebagai agen perubahan, yang tidak hanya mendukung dari sisi keluarga, tetapi juga mampu menjadi contoh di lingkungan masyarakat,” imbuhnya.
Melalui pertemuan ini juga diberikan materi tentang penguatan ukhuwah dan membangun keluarga yang bahagia. Materi ini disampaikan oleh Luluk Dwi Kumalasari, Dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam materinya, Luluk menjelaskan konsep silaturahmi untuk memperkuat jaringan sosial, memperluas relasi, serta membentuk komunitas yang solid dan kompak.
“Silaturahmi berupaya untuk menyambungkan tali silaturahmi juga dapat menjadi sumber dukungan emosional. Membangun hubungan yang kuat dalam silaturahmi memerlukan kesabaran, kejujuran, dan keikhlasan. Saling mendengarkan, memahami, dan menghargai pendapat orang lain, komunikasi yang baik,”jelas Luluk.
Ia juga menambahkan bahwa silaturahmi yang baik di lingkungan keluarga maupun tempat kerja akan membawa ke dalam iklim yang sehat dan bisa membuat suasana nyaman dalam beraktivitas.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga sangat menekankan pentingnya peran Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Pertanian dalam membangun ketahanan keluarga dan mendukung program prioritas pemerintah.
Ia menyoroti peran keluarga dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan perlunya DWP menyelaraskan programnya dengan visi Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyebutkan perempuan memiliki peran penting dalam mewujudkan ketahanan pangan, pemenuhan gizi dan kesehatan keluarga. Di tangan seorang perempuanlah keputusan diambil, dalam hal memilih bahan pangan dan mengolahnya secara sehat. --(*Humas BBPP Ketindan


