Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan, Penyuluh Kementan Lakukan Pendampingan LTT

Najia
Feb 09, 2026

Upaya percepatan swasembada pangan nasional terus digencarkan di berbagai daerah. Di Kota Kediri, Jawa Timur, kegiatan pendampingan Luas Tambah Tanam (LTT) padi dilakukan oleh penyuluh pertanian Kementerian Pertanian bersama petani binaan sebagai bentuk nyata dukungan terhadap program strategis nasional sektor pangan.

Pada, Jumat (6/2/2026), kegiatan pendampingan LTT dilaksanakan di lahan sawah seluas 0,7 hektare milik Sumiran, anggota Kelompok Tani (Poktan) Tani Makmur Tosaren, Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Pendampingan dilakukan langsung oleh Agus Fatony Tohari selaku penyuluh pendamping. Pendampingan dilakukan sejak tahap persiapan tanam hingga pelaksanaan pindah tanam.

Komoditas yang ditanam adalah padi varietas IR 64 (inbrida) dengan umur bibit 28 hari setelah semai (HSS). Proses tanam dilakukan secara manual oleh tiga orang tenaga kerja, dengan kebutuhan waktu sekitar tujuh hari untuk menyelesaikan seluruh luasan lahan. Biaya tenaga kerja tanam tercatat sebesar Rp350 ribu per 100 ru (0,14 hektare).

Agus Fatony Tohari menjelaskan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari peran penyuluh dalam memastikan kegiatan tanam berjalan tepat waktu, efisien, dan sesuai dengan rekomendasi teknis budidaya.

“Pendampingan kepada petani binaan tidak hanya sebatas teknis tanam, tetapi juga bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga keberlanjutan produksi padi dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Fatony.

Kementerian Pertanian menempatkan program Luas Tambah Tanam (LTT) sebagai salah satu instrumen penting dalam meningkatkan produksi padi nasional, khususnya di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika ketersediaan pangan global.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa optimalisasi tanam dan peningkatan indeks pertanaman menjadi kunci utama mencapai swasembada pangan.

“Kita harus memastikan setiap jengkal lahan pertanian produktif dimanfaatkan secara optimal. Luas tambah tanam adalah langkah strategis untuk meningkatkan produksi tanpa harus membuka lahan baru” tegas Mentan Amran.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian di lapangan sebagai ujung tombak keberhasilan program nasional.

“Penyuluh memiliki peran strategis dalam mentransformasikan kebijakan menjadi aksi nyata di tingkat petani. Pendampingan intensif seperti ini menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,”jelas Santi.

Melalui sinergi antara petani, penyuluh, dan pemerintah pusat, kegiatan pendampingan Luas Tambah Tanam padi di Kota Kediri diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi beras nasional sekaligus memperkuat langkah Indonesia menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.

Similar Post