KEDIRI - Kelompok Tani Jaya Sakti di Kelurahan Balowerti melaksanakan kegiatan tanam padi menggunakan sistem tanam benih langsung (tabela) dengan varietas Logawa pada musim tanam saat ini. Kegiatan ini merupakan upaya nyata petani dalam mendukung program swasembada pangan nasional yang tengah digalakkan pemerintah.
Kegiatan tanam padi dilaksanakan di lahan sawah Kelurahan Balowerti dengan melibatkan seluruh anggota Kelompok Tani Jaya Sakti. Pelaksanaan tanam juga mendapatkan pendampingan langsung dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kelurahan Balowerti, Rika Margi Novitasari, guna memastikan penerapan teknologi budidaya berjalan sesuai rekomendasi teknis.
Ketua Kelompok Tani Jaya Sakti menyampaikan bahwa penerapan sistem tabela dinilai lebih efisien dibandingkan sistem tanam konvensional, terutama dalam penggunaan tenaga kerja dan waktu tanam. Selain itu, varietas Logawa dipilih karena memiliki potensi hasil yang tinggi serta mampu beradaptasi dengan baik pada kondisi lahan sawah di wilayah Balowerti.
“Melalui penerapan sistem tabela dan penggunaan varietas unggul Logawa, kami berharap produktivitas padi dapat meningkat dan memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian swasembada pangan nasional,” ujarnya.
PPL Kelurahan Balowerti, Rika Margi Novitasari, menjelaskan bahwa sistem tabela merupakan salah satu teknologi budidaya padi yang direkomendasikan untuk meningkatkan efisiensi usaha tani. Dengan penerapan teknik budidaya yang tepat, mulai dari pengolahan lahan hingga penanaman, petani diharapkan mampu memperoleh hasil panen yang optimal.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah fokus, tegas, dan bekerja secara konstruktif untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional dan kedaulatan pangan Indonesia dari ancaman krisis pangan global.
“Kita sedang bekerja nyata untuk menjadikan Indonesia food sovereign. Bukan hanya swasembada, tetapi produksi meningkat dan stabil demi kesejahteraan petani dan keamanan pangan seluruh masyarakat,” kata Amran
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergi dalam pendampingan pertanian nasional, khususnya pelibatan penyuluh dan implementasi teknologi budidaya di lapangan.
“Sinergi yang kuat antar lembaga pemerintah, perguruan tinggi, stakeholder terkait, serta petani, tujuan produktivitas yang tinggi dan strategi swasembada pangan akan lebih mudah dicapai melalui inovasi teknologi dan pendampingan berkelanjutan,” ujar Idha Widi Arsanti.
Pelaksanaan tanam di Balowerti dilakukan dengan cara menebar benih padi secara langsung di lahan sawah yang telah diolah secara optimal sesuai dengan rekomendasi teknis budidaya padi. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen petani di Kelurahan Balowerti dalam mendukung program strategis pemerintah guna mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Rika Margi/ Humas BBPP Ketindan


