Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Gelar Rakor, UPT Pelatihan Kementan Pastikan Swasembada Pangan Berkelanjutan

Yeniartha
Feb 19, 2026

MALANG – Kementerian Pertanian terus memperkuat langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional. Memasuki bulan kedua tahun 2026, upaya konsolidasi dan percepatan program dilakukan guna memastikan target produksi tetap tercapai secara berkelanjutan.

Rabu (18/2/26), Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan selaku penanggung jawab kegiatan Swasembada Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Madiun, Kota Surabaya, Kota Malang, dan Kota Batu menggelar rapat koordinasi dan sinkronisasi kegiatan secara daring.

Rapat dipimpin langsung oleh Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah, dan dihadiri perwakilan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang, dan Dinas Pertanian Kota Batu. Turut hadir Ketua Tim Kerja, Koordinator Penyuluh Kecamatan, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta Tim Swasembada Pangan BBPP Ketindan.

Dalam arahannya, Nurul menegaskan pentingnya penguatan koordinasi untuk menjaga konsistensi capaian target.

“Target ini merupakan target bersama, dan kegiatan ini adalah dalam rangka saling mengenal dan mempererat kolaborasi dan sinkronisasi sehingga dapat mencapai target yang telah ditetapkan.”

Upaya ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman yang menegaskan bahwa capaian swasembada pangan merupakan hasil kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari petani, penyuluh, pemerintah daerah, hingga jajaran Kementerian Pertanian.

Amran menekankan pentingnya menjaga semangat kolaborasi, inovasi, dan kerja nyata di lapangan agar swasembada pangan dapat terus berkelanjutan.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa sinergi kuat antara penanggungjawab kegiatan swasembada pangan baik di pusat maupun di daerah menjadi kunci peningkatan produktivitas serta kemandirian pangan Indonesia.

Rakor dan sinkronisasi memfokuskan pembahasan pada pembagian penanggung jawab wilayah (PIC), penyelarasan target dan arus pelaporan data, serta langkah percepatan Luas Tambah Tanam (LTT). Masing-masing Koordinator Penyuluh Kecamatan di semua wilayah menyampaikan komitmen untuk mengawal capaian target sesuai perencanaan yang telah ditetapkan.

Selain membahas strategi percepatan, dalm forum ini juga dilakukan identifikasi berbagai tantangan di masing-masing wilayah serta langkah mitigasi yang akan dilakukan. Kementerian Pertanian memastikan bahwa setiap kendala akan direspon cepat dan terukur agar tidak menghambat capaian target yang telah ditetapkan.

Beberapa hal yang akan dilakukan adalah kegiatan groundcheck yang dilakukan untuk mendeteksi kondisi lahan dan ditanami kembali maksimal 14 hari setelah panen. Kemudian persemaian sebelum panen, identifikasi kerusakan saluran irigasi., mobilisasi alsintan, menginisiasi gerakan tanam, dan pompanisasi.

Melalui langkah sinkronisasi yang terstruktur dan kolaboratif ini, BBPP Ketindan optimis swasembada pangan dapat terjaga secara berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Nurhadi/ Nur Chotimah*

Diterbitkan di megapolitannews.com

Similar Post