Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Dukung Swasembada Pangan, UPT Kementan Gelar Pelatihan Bagi Brigade Pangan di Distrik Kurik Papua Selatan

Yeniartha
Mar 07, 2026

Merauke – Pelatihan Brigade Pangan (Manajemen Alsintan) Angkatan VII resmi dilaksanakan pada tanggal 2 – 4 Maret 2026 di Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas petani dalam pengelolaan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari dua Brigade Pangan, yakni BP Murub 1 dan BP Murub 2, masing-masing sebanyak 15 orang. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan penuh semangat dan komitmen untuk meningkatkan kapasitas diri dalam pengelolaan alsintan secara profesional.

Koordinator BPP Distrik Kurik, Rizal Fiqih Anshori, memastikan kegiatan berjalan sesuai jadwal. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya manajemen alsintan yang tertib dan berkelanjutan guna mendukung percepatan peningkatan produksi pertanian di Distrik Kurik.

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan bahwa swasembada pangan melalui optimasi lahan menjadi solusi, tidak hanya sebatas pengolahan fisik tanah, tetapi juga harus didukung oleh teknologi pertanian yang tepat guna. Mulai dari penggunaan bibit unggul hingga pemanfaatan alat pertanian modern seperti traktor, rice transplanter, dan combine harvester, seluruhnya diarahkan untuk meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas pertanian.

Hari pertama kegiatan diawali dengan pembukaan dan setelahnya dilanjutkan dengan pre test. Materi utama pada hari pertama adalah pengenalan, pengoperasian, dan perawatan Traktor Roda 4 (TR 4). Penyampaian teori TR 4 disampaikan oleh Rizki, selaku penyuluh pertanian sekaligus fasilitator yang menjelaskan secara rinci mengenai fungsi, standar operasional, serta aspek perawatan alat.

Selanjutnya, sesi praktik lapangan TR 4 dibimbing langsung oleh fasilitator selanjutnya yakni Sarah G.S. Koliludjur dan Edi Sekenyap. Peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan pengoperasian alat secara langsung di lapangan dengan pendampingan teknis, sehingga pemahaman teori dapat diterapkan secara nyata.

Pada hari kedua, Selasa (3/03/2026), materi difokuskan pada alat tanam dan panen modern. Materi pengenalan dan pengoperasian rice transplanter disampaikan oleh Edi Sekenyap. Dalam sesi ini, peserta mempelajari teknik tanam padi menggunakan mesin tanam untuk meningkatkan efisiensi dan mempercepat proses tanam.

Masih di hari yang sama, materi pengenalan dan pengoperasian Combine Harvester disampaikan oleh Sarah G.S. Koliludjur. Peserta dibekali pemahaman tentang cara kerja mesin panen modern yang mampu menekan kehilangan hasil dan meningkatkan kualitas produksi padi.

Selain materi teknis, peserta juga mendapatkan penguatan tentang pentingnya manajemen penggunaan alsintan secara kelompok, termasuk pembagian jadwal operasional dan tanggung jawab pemeliharaan alat agar pemanfaatannya optimal dan berkelanjutan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa keberhasilan Brigade Pangan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam membangun SDM pertanian yang kompeten dan profesional.

Sebagai bagian dari evaluasi, panitia juga melaksanakan post-test dan evaluasi penyelenggaraan di akhir kegiatan. Hasil evaluasi akan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dibandingkan dengan sebelum mengikuti pelatihan.

Rizal Fiqih Anshori selaku Koordinator BPP Distrik Kurik menyampaikan harapan agar seluruh peserta dapat menjadi penggerak utama dalam optimalisasi pemanfaatan alsintan di Distrik Kurik. Ia menegaskan bahwa kedisiplinan, kerja sama tim, serta pengelolaan administrasi yang baik menjadi kunci keberhasilan Brigade Pangan.

Penulis: Rivana Agustin/ Humas BBPP Ketindan

Similar Post