Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Gerakan Tanam Padi, Kebangkitan Nasional Perkuat Langkah Menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan di Madiun

Nadif
Oct 01, 2026

Madiun – Semangat memperkuat ketahanan dan swasembada pangan terus digelorakan melalui Gerakan Tanam (Gertam) Kebangkitan Nasional Menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan Tahun 2026 di Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 30 September 2026, mulai pukul 07.30 WIB tersebut dipusatkan di lahan sawah Kelompok Tani (Poktan) Rukun Tani, Desa Plumpungrejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun dihamparan seluas 1 ha yang di ikuti secara serempak di seluruh wilayah Kab. Madiun dengan Total luasan 250 Ha. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesinambungan produksi pangan nasional.

“Percepatan tanam harus terus kita dorong dengan memanfaatkan seluruh potensi lahan yang tersedia. Semua pihak harus bergerak bersama agar target pertanaman dapat tercapai dan produksi pangan terus meningkat,” tegas Mentan Amran.

Menurut Amran, pelaksanaan tanam secara serempak perlu diikuti dengan pengawalan secara berkelanjutan agar tanaman dapat tumbuh optimal hingga menghasilkan produktivitas yang maksimal. Kolaborasi pemerintah, penyuluh, petani, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memperkuat swasembada pangan.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya pendampingan kepada petani sejak proses tanam hingga panen.

“Gerakan tanam harus dilaksanakan secara bersama-sama dan dikawal dengan baik. Peran penyuluh juga sangat penting untuk memastikan petani mendapatkan pendampingan sehingga proses budidaya dapat berjalan optimal hingga panen,” ujar Idha.

Gerakan tanam ini menjadi bagian dari upaya memperkuat produktivitas pertanian sekaligus mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.

Kegiatan dihadiri lebih dari 50 peserta dari berbagai unsur, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Madiun, mewakili Bupati Kabupaten Madiun, Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) selaku Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan Provinsi Jawa Timur, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, selaku Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan Kabupaten Madiun, perwakilan dari Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP), perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, serta Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun.

Turut hadir jajaran Komando Distrik Militer (Kodim), camat, ketua tim kerja, penyuluh pendamping, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), kelompok tani (Poktan) serta Brigade Pangan (BP).Dukungan terhadap pengembangan sektor pertanian juga disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Madiun, Didik Hariyanto mewakili Bupati Kabupaten Madiun menyampaikan kesiapan Pemerintah Kabupaten Madiun untuk mendukung pengembangan pertanian dalam rangka menjaga keberlanjutan swasembada pangan.

Kepala BBPOPT sekaligus Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan Provinsi Jawa Timur, Yuris Tiyanto, menekankan pentingnya penguatan sinergi antara Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), penyuluh pertanian, petani, dan instansi pemerintah dalam mendukung pencapaian target Luas Tambah Tanam (LTT) di Jawa Timur.

“Target LTT Jawa Timur untuk bulan September masih jauh dari target Kementan, sehingga perlu ditingkatkan melalui kegiatan Gertam seperti ini,” ujar Yuris.

Sementara itu, Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah, menyampaikan bahwa kegiatan di Kabupaten Madiun memiliki arti penting bagi BBPP Ketindan. Pasalnya, BBPP Ketindan mendapat amanah sebagai Penanggung Jawab (PJ) Swasembada Pangan Berkelanjutan Kabupaten Madiun.

“Amanah tersebut kami maknai sebagai tanggung jawab untuk hadir, berkoordinasi, mendampingi, dan mengawal bersama seluruh pihak dalam mendukung pencapaian swasembada pangan berkelanjutan di Kabupaten Madiun, termasuk melakukan peningkatan kompetensi melalui pelatihan pertanian maupun Bimbingan Teknis (Bimtek),” kata Nurul.

“BBPP Ketindan hadir untuk memperkuat sinergi yang sudah berjalan, menghubungkan berbagai sumber daya dan dukungan, serta bersama-sama memastikan bahwa program yang telah direncanakan dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan. Inilah yang menjadi semangat kami sebagai PJ Swasembada Pangan Berkelanjutan Kabupaten Madiun,” imbuh Nurul.

Perwakilan dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Deni K, menyampaikan bahwa Kabupaten Madiun merupakan salah satu daerah dengan produksi padi yang tinggi di Jawa Timur dan perlu terus dikembangkan.

“Madiun merupakan kabupaten dengan produksi padi terbesar nomor enam di Jawa Timur sehingga harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapoksi Modernisasi Pertanian yang mewakili Kepala BBRMP, Abu Bakar, mengatakan pentingnya penerapan teknologi pertanian yang tepat. Menurutnya, teknologi Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang dikembangkan Kementerian Pertanian dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mendorong peningkatan produktivitas pertanian.

“Penerapan teknologi yang tepat, salah satunya PM-AAS yang selama ini dikembangkan Kementerian Pertanian, terbukti dapat meningkatkan produktivitas pertanian,” kata Abu Bakar.

Selain gerakan tanam, kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman antara pemerintah, pendamping, dan petani. Salah satu perwakilan petani menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah, baik berupa alat dan mesin pertanian (alsintan), benih, maupun pendampingan.

Di sisi lain, petani juga berharap dukungan tersebut dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi jumlah, mutu, maupun ketepatan sasaran, sehingga manfaatnya dapat semakin dirasakan oleh petani.

Gerakan Tanam Kebangkitan Nasional menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, aparat kewilayahan, penyuluh pertanian, kelompok tani, hingga pelaku utama pertanian.

Melalui sinergi dan gotong royong tersebut, gerakan tanam diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari langkah nyata dalam meningkatkan luas tanam, produktivitas, dan keberlanjutan produksi pangan di Kabupaten Madiun.

Sebagai salah satu sentra pertanian di Jawa Timur, Kabupaten Madiun terus didorong untuk mengoptimalkan potensi lahan dan sumber daya pertanian. Dukungan terhadap peningkatan kompetensi petani, penerapan teknologi, penyediaan sarana produksi, serta pendampingan di lapangan menjadi bagian penting dalam memperkuat keberlanjutan pembangunan pertanian dan kesejahteraan petani. Nurul Qomariyah/ Tim Gertam Madiun*

Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/10/01/gerakan-tanam-padi-kebangkitan-nasional-perkuat-langkah-menuju-swasembada-pangan-berkelanjutan-di-madiun/

Similar Post