Penguatan kapasitas sumber daya manusia terus dilakukan Kementerian Pertanian untuk mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Salah satunya melalui Pelatihan Teknis Brigade Pangan Angkatan VI yang diselenggarakan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan di Kabupaten Madiun pada 22–24 Juni 2026.
Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi anggota Brigade Pangan agar mampu menjadi penggerak pertanian modern yang produktif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki jiwa kewirausahaan dalam mengembangkan usaha pertanian yang berkelanjutan.
Brigade Pangan merupakan ujung tombak dalam mendukung peningkatan produksi pangan nasional. Selain berperan sebagai pelopor mekanisasi dan modernisasi pertanian, Brigade Pangan juga menjadi agen diseminasi inovasi teknologi, penguat kelembagaan petani, serta mitra strategis pemerintah dalam mengawal berbagai program pembangunan pertanian di lapangan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian Indonesia sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang memiliki semangat berinovasi dan mampu menjawab tantangan zaman.
“Masa depan pertanian Indonesia ditentukan oleh kualitas karakter dan pola pikir generasi mudanya,” tegas Amran.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan bahwa penguatan kompetensi generasi muda menjadi kunci dalam menciptakan pelaku utama pertanian yang profesional dan berdaya saing.
“Kami ingin menciptakan generasi muda pertanian yang adaptif, profesional, dan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah masing-masing,” ujar Idha.
Selama pelatihan, peserta memperoleh pembekalan materi kewirausahaan dan manajemen keuangan yang disampaikan oleh Widyaiswara BBPP Ketindan, Solikin. Materi tersebut menanamkan paradigma bahwa sektor pertanian harus dikelola sebagai sebuah bisnis yang mampu menghasilkan keuntungan sekaligus berkelanjutan.
Peserta dibekali kemampuan mengidentifikasi peluang usaha, menyusun rencana bisnis, mengelola modal dan sumber daya secara efisien, memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran, membangun jejaring kemitraan, menciptakan inovasi dan nilai tambah produk, hingga mengelola risiko usaha tani secara efektif.
Selain itu, peserta juga mendapatkan materi manajemen keuangan yang menitikberatkan pada pentingnya pencatatan keuangan usaha tani, pengelolaan arus kas, perencanaan investasi, serta pengambilan keputusan usaha berdasarkan kondisi keuangan yang sehat.
Pada hari terakhir pelatihan, peserta mengikuti pembelajaran teknis mengenai manajemen budidaya padi yang disampaikan oleh Isdianto. Materi meliputi penerapan pemupukan berimbang dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) sebagai upaya meningkatkan produktivitas padi secara efektif, efisien, dan ramah lingkungan.
Melalui pelatihan ini, BBPP Ketindan berharap Brigade Pangan semakin siap menjadi motor penggerak pembangunan pertanian modern di daerah, mampu meningkatkan produktivitas pangan, memperkuat kelembagaan petani, serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan. Solikin*


