Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Gerakan Tanam Serentak Dimulai! Kementan Tancap Gas di Jatim, Target Swasembada Pangan Makin Dekat

Nadif
Jul 18, 2026

Nganjuk – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat langkah menuju swasembada pangan nasional melalui Gerakan Tanam Serentak yang dilaksanakan di 25 provinsi. Untuk wilayah Jawa Timur, kegiatan dipusatkan di Desa Gemenggeng, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (18/7/2026), dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan sebagai Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan Provinsi Jawa Timur.

Gerakan ini menjadi bagian dari percepatan tanam pada lokasi Optimalisasi Lahan (Oplah) 2024–2025 dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) 2025 guna meningkatkan luas tanam, Indeks Pertanaman (IP), serta produksi pangan nasional secara berkelanjutan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam merupakan strategi penting dalam menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim.

“Kita tidak boleh lengah menghadapi tantangan iklim. Gerakan tanam serentak ini adalah langkah nyata untuk memacu produktivitas dari hulu ke hilir. Dengan sinergi seluruh pihak dan dukungan teknologi, kita optimistis target swasembada pangan nasional akan tercapai,” tegas Amran.

Sebagai PJ Brigade Pangan Jawa Timur, BBPP Ketindan terus mengawal pelaksanaan program melalui koordinasi, monitoring, serta pendampingan kepada pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, dan petani agar percepatan tanam berjalan optimal.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Heru Suseno mewakili Gubernur Jawa Timur, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk Ida Shobihatin mewakili Bupati Nganjuk, jajaran Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, dan petani.

Dalam kesempatan tersebut, Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa Gerakan Tanam Serentak bukan sekadar kegiatan menanam, tetapi merupakan gerakan bersama untuk mempercepat peningkatan produksi pangan nasional.

“Saya mengajak seluruh penyuluh pertanian, Brigade Pangan, pemerintah daerah, dan petani untuk terus mempercepat tanam, mengoptimalkan lahan, serta memanfaatkan teknologi pertanian agar target swasembada pangan dapat kita wujudkan bersama,” ujarnya.

Menurut Idha, tantangan sektor pertanian seperti perubahan iklim, ketidakpastian curah hujan, hingga alih fungsi lahan harus direspons melalui penggunaan varietas unggul, penerapan teknologi budidaya adaptif, serta pemupukan berimbang sesuai prinsip 4T.

Ia juga menegaskan bahwa implementasi Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) terus didorong untuk meningkatkan produktivitas lahan.

“Kita menargetkan peningkatan Indeks Pertanaman hingga IP 250 bahkan IP 300. Karena itu, pendampingan penyuluh pertanian dan Brigade Pangan harus terus diperkuat,” tambahnya.

Data Kementerian Pertanian menunjukkan percepatan tanam terus mencatat hasil positif. Hingga 16 Juli 2026, realisasi tanam Oplah 2024 mencapai 531.730,56 hektare dengan IP 1,52, sedangkan Oplah 2025 mencapai 675.797,60 hektare dengan IP 1,54. Sementara itu, CSR 2025 telah mencapai 64.509,44 hektare dengan IP 1,04.

Optimisme terhadap swasembada pangan juga semakin menguat. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum BULOG telah mencapai sekitar 5,2 juta ton, dengan serapan beras domestik sebesar 3,4 juta ton. Selain itu, Badan Pusat Statistik memperkirakan potensi panen periode Juni–Agustus 2026 mencapai 2,88 juta hektare atau setara 14,61 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).

Mewakili Gubernur Jawa Timur, Heru Suseno menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas dipusatkannya Gerakan Tanam Serentak di Jawa Timur. Menurutnya, percepatan tanam menjadi strategi utama untuk mempertahankan bahkan meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT) pada 2026.

Ia juga berharap kondisi iklim tetap kondusif sehingga produktivitas padi di Jawa Timur dapat terus meningkat.

Kegiatan ditutup dengan dialog bersama penyuluh pertanian, Brigade Pangan, dan petani yang membahas percepatan tanam, optimalisasi lahan, pemanfaatan alsintan, pengelolaan irigasi, hingga strategi menghadapi perubahan iklim.

Melalui Gerakan Tanam Serentak ini, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, dan petani diharapkan semakin kuat dalam mempercepat masa tanam, meningkatkan produktivitas lahan, serta memperkokoh langkah Indonesia menuju swasembada pangan yang berkelanjutan. BBPP Ketindan

Diterbitkan di megaolitannews, srtv, kabarbaik, detik, antara, tribun

Similar Post