Jember — Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melaksanakan Gerakan Tanam Serempak (Gertam) seluas 50.000 hektare di seluruh Indonesia pada lahan Optimalisasi Lahan (Oplah) 2024–2025 dan lahan CSR 2025 sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan serta mendukung swasembada pangan berkelanjutan.
Untuk wilayah Jawa Timur, kegiatan dipusatkan di Desa Karanganyar, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jumat (22/5/2026). Sementara secara nasional, pelaksanaan Gerakan Tanam Serempak terpusat di Desa Bojonglegok, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Di Kabupaten Jember, gerakan tanam dilaksanakan pada lahan seluas 4 hektare dengan total realisasi tanam mencapai 100 hektare pada hari pelaksanaan. Sementara itu, total luas Gerakan Tanam Serempak di Jawa Timur mencapai 360,06 hektare yang berasal dari lahan optimalisasi lahan (Oplah).
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur pemerintah daerah dan aparat kewilayahan, mulai dari Dinas Pertanian Kabupaten Jember, jajaran Kodim, Danramil, Camat, Kapolsek, hingga pemerintah desa setempat. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi langkah nyata mempercepat tanam padi guna menjaga stabilitas produksi pangan nasional.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa percepatan tanam merupakan strategi penting untuk meningkatkan produksi pangan di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika global.
“Gerakan tanam serempak harus terus diperkuat untuk meningkatkan indeks pertanaman dan menjaga ketersediaan pangan nasional. Seluruh elemen pertanian harus bergerak bersama mendukung percepatan tanam demi tercapainya swasembada pangan,” tegas Amran.
Senada dengan itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, penyuluh, dan petani dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.
“Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani menjadi kunci keberhasilan percepatan tanam dan peningkatan produksi pertanian,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Widyaiswara BBPP Ketindan, Nunung Nurhadi, menyampaikan bahwa pemerintah terus menghadirkan berbagai program strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.
Program tersebut meliputi jaminan harga gabah dan hasil panen, subsidi pupuk, bantuan benih unggul, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), bantuan pompa air, hingga sarana pendukung lainnya. Dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi petani.
Nunung juga mengajak petani mempercepat masa tanam maksimal dua minggu setelah panen agar kontinuitas produksi beras nasional tetap terjaga dan target swasembada pangan dapat tercapai secara berkelanjutan.
Gerakan Tanam Serempak diharapkan semakin memperkuat kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, penyuluh pertanian, serta petani dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia secara berkelanjutan. N. Nurhadi/Imam Fatullah*
Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/05/24/gerakan-tanam-serempak-di-jember-perkuat-swasembada-pangan-nasional/


