Malang – Menghadapi perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi, Kementerian Pertanian terus mendorong pemanfaatan inovasi dan teknologi adaptif untuk menjaga produktivitas tanaman. Salah satunya melalui pengenalan biostimulan sebagai teknologi pendukung pertumbuhan tanaman dan peningkatan toleransi terhadap cekaman lingkungan. Hal tersebut menjadi fokus pembahasan Bertani On Cloud (BOC) Volume 374 yang diselenggarakan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan secara daring, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan mengangkat tema “Biostimulan: Kunci Tanaman Tetap Produktif di Tengah Iklim Ekstrem” dan diikuti sebanyak 314 peserta melalui Zoom Meeting. Peserta berasal dari berbagai kalangan insan pertanian yang antusias mengikuti pemaparan materi, diskusi, serta sesi tanya jawab bersama narasumber.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Kelompok Substansi Penyelenggaraan Pelatihan BBPP Ketindan, Junni Fardiana. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa perubahan iklim global menjadi tantangan nyata bagi sektor pertanian. Anomali cuaca, kekeringan akibat fenomena El Nino, hingga pergeseran pola musim tanam dapat meningkatkan cekaman abiotik yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman.
Berdasarkan informasi BMKG September 2026, sebanyak 529 Zona Musim (ZOM) di Indonesia atau sekitar 61,08 persen diprediksi mengalami kemunduran awal musim hujan 2026/2027 dibandingkan rata-rata klimatologisnya. Kondisi tersebut memperkuat pentingnya penerapan teknologi pertanian yang adaptif terhadap perubahan lingkungan.
Salah satu inovasi yang dapat dimanfaatkan adalah biostimulan. Berbeda dengan pupuk konvensional maupun pestisida, biostimulan merupakan bahan, zat, atau mikroorganisme yang dapat merangsang proses fisiologis alami tanaman. Pemanfaatannya bertujuan mendukung efisiensi penyerapan unsur hara, meningkatkan kualitas hasil panen, serta memperkuat toleransi tanaman terhadap cekaman lingkungan.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa peningkatan produktivitas pertanian harus didukung penerapan teknologi dan inovasi modern. Transformasi pertanian tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Berbagai teknologi budidaya adaptif menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan produksi di tengah tantangan perubahan iklim.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya penguatan kompetensi sumber daya manusia pertanian agar mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. SDM pertanian yang adaptif, profesional, dan inovatif diperlukan untuk mempercepat penerapan teknologi serta memastikan inovasi dapat dimanfaatkan secara tepat oleh petani.
Pada kegiatan ini, Saptini Mukti Rahajeng, selaku Widyaiswara Ahli Madya, hadir sebagai narasumber untuk membahas biostimulan dan pemanfaatannya dalam mendukung produktivitas tanaman di tengah kondisi iklim ekstrem. Materi yang disampaikan memberikan wawasan mengenai peran biostimulan dalam mendukung pertumbuhan dan ketahanan tanaman terhadap tekanan lingkungan.
Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan untuk menggali lebih jauh manfaat, mekanisme kerja, serta penerapan biostimulan dalam kegiatan budidaya. Interaksi tersebut menunjukkan bahwa materi yang diangkat relevan dengan kebutuhan insan pertanian dalam menghadapi tantangan produksi di lapangan.
Melalui kegiatan ini, BBPP Ketindan berharap pengetahuan mengenai biostimulan dapat menjadi tambahan wawasan bagi penyuluh, petani, dan pelaku usaha pertanian dalam memilih serta menerapkan teknologi budidaya sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi lingkungan.
Bertani On Cloud menjadi salah satu upaya BBPP Ketindan dalam memperluas akses pembelajaran pertanian melalui pemanfaatan teknologi digital sekaligus mendorong peningkatan kompetensi SDM pertanian. Dengan pengetahuan dan inovasi yang terus berkembang, insan pertanian diharapkan semakin siap menghadapi tantangan perubahan iklim serta mendukung terwujudnya pertanian yang maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan. Humas BBPP Ketindan
Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/11/05/hadapi-perubahan-iklim-upt-kementan-kenalkan-biostimulan-dukung-produktivitas-tanaman/


