MALANG – Sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2025, pemerintah menggelar Operasi Pasar Pangan Murah secara masif di seluruh Indonesia. Inisiatif ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan memastikan ketersediaan pangan yang memadai bagi masyarakat.
Kegiatan opersi pasar murah merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang menginstruksikan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian di berbagai daerah untuk bersinergi dengan BUMN pangan dalam menggelar operasi pasar.
“Pemerintah menegaskan bahwa tidak boleh ada pihak yang menjual bahan pangan strategis melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET), terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Mentan Amran.
Mentan Amran juga menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga untuk berkolaborasi dalam menjamin ketersediaan pangan yang cukup serta harga yang stabil bagi seluruh masyarakat.
Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan stok pangan tersedia dengan harga yang lebih terjangkau, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokoknya dengan lebih mudah selama bulan Ramadhan.
Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan turut menggelar pasar murah yang telah dimulai sejak 26 Februari hingga 29 Maret 2025 dengan tujuan memastikan masyarakat mendapatkan bahan pangan strategis dengan harga terjangkau.
Berbagai komoditas utama seperti beras, minyak goreng, paket gula pasir, daging ayam beku, dan daging kerbau dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan HET. Pasokan bahan pangan tersebut disediakan oleh BUMN Pangan seperti Perum Bulog, PT RNI, PTPN, PT Berdikari, PT PPI, serta jaringan asosiasi komoditas pangan lainnya.
Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini terbuka untuk seluruh masyarakat dan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata, terutama di tengah fluktuasi harga pangan selama bulan Ramadhan.
“Operasi pasar pangan murah ini diadakan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih stabil dan terjangkau. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini guna memenuhi kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadhan,” ujar Nurul.
Hingga 4 Maret 2025, total jumlah pengunjung yang memanfaatkan Operasi Pasar Pangan Murah ini telah mencapai 400 orang. Sejak 26 Februari – 4 Maret 2025, telah terjual beras total 195 Kg, paket gula 111 paket, minyak goreng 356 liter, daging kerbau 50 Kg, daging ayam 225,123 Kg, dan telur ayam 290,5 Kg.
Menurut salah satu warga sekitar BBPP Ketindan, Diah Kartika, ia bersama dengan warga lainnya sangat terbantu dengan adanya operasi pasar murah ini. Selain harganya lebih murah, lokasi pembelian juga dekat dengan rumah. Diah dan beberapa warga lainnya sangat terbantu bisa membeli pangan tanpa khawatir harga melonjak.
Diharapkan sampai 29 Maret 2025 nanti, kegiatan ini dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, mengurangi beban ekonomi, serta memastikan distribusi pangan yang merata di seluruh wilayah. BBPP Ketindan
Diterbitkan di lajurpertanian.com dan swadayaonline.com