Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Jatim Bergerak Bersama Melalui Gerakan Tanam Serempak 52 Ribu Hektare

Nadif
Jun 13, 2026

Lumajang – Komitmen menuju swasembada pangan nasional kembali diperkuat melalui Gerakan Tanam Serempak seluas 52.000 hektare yang digelar Kementerian Pertanian di berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan yang dipusatkan di Desa Tematana, Kecamatan Wewewa Timur, Kabupaten Sumba Barat Daya, Jumat (12/6/2026), menjadi simbol kuat keseriusan pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan serta memperkokoh ketahanan pangan nasional.

Gerakan tanam serempak tersebut tidak hanya dilaksanakan di Nusa Tenggara Timur, tetapi juga digelar secara serentak di berbagai daerah, secara nasional, termasuk di Provinsi Jawa Timur, salah satunya Kabupaten Lumajang, yang dipusatkan di Dusun Tukum Kidul, Desa Tukum, Kecamatan Tekung. Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lumajang sebagai bentuk dukungan bersama terhadap percepatan program swasembada pangan nasional.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa pemerintah terus memperkuat pendampingan kepada petani melalui penataan kembali sistem penyuluhan pertanian nasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengonsolidasikan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di bawah pembinaan BPPSDMP agar proses pendampingan, transfer teknologi, dan percepatan pelaksanaan program strategis pertanian dapat berjalan lebih efektif dan terarah.

Selain itu, berbagai bantuan sarana produksi pertanian, benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian terus digulirkan untuk mendukung percepatan swasembada pangan yang menjadi target nasional. Pemerintah juga terus memperkuat berbagai program strategis yang berpihak kepada petani sebagai ujung tombak pembangunan pertanian Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPPSDMP menegaskan bahwa pemerintah bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan perhatian besar terhadap sektor pertanian melalui berbagai kebijakan yang langsung menyentuh kebutuhan petani.

Kebijakan tersebut antara lain penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram, peningkatan alokasi pupuk bersubsidi, bantuan benih unggul, bantuan alsintan, hingga upaya mempermudah akses BBM bersubsidi untuk operasional alsintan di lapangan.

Menurut Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, seluruh kebijakan tersebut merupakan bentuk nyata keberpihakan negara kepada petani agar produksi pangan nasional terus meningkat sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

Momentum ini semakin mendapat perhatian publik ketika Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin, menyerukan dukungan penuh kepada para petani yang selama ini menjadi ujung tombak penyediaan pangan bagi masyarakat Indonesia.

Dalam sambutannya, Usman Husin menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian tidak boleh dipandang sebelah mata karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar seluruh rakyat Indonesia.

“Petani adalah pahlawan umat manusia. Mereka bekerja tanpa mengenal lelah untuk memastikan pangan selalu tersedia di meja makan masyarakat,” tegas Usman di hadapan peserta Gerakan Tanam Serempak.

Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari peserta dan masyarakat karena dinilai mewakili penghargaan yang selama ini layak diberikan kepada para petani. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian, mulai dari perubahan iklim, keterbatasan sarana produksi, hingga fluktuasi harga komoditas, petani tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

Gerakan Tanam Serempak 52.000 hektare ini merupakan bagian dari program Optimalisasi Lahan (Oplah) Tahun 2024–2025 dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2025. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan luas tanam dan produktivitas pertanian sehingga target swasembada pangan yang berkelanjutan dapat tercapai lebih cepat.

Usman menekankan bahwa penghormatan terhadap petani tidak cukup diwujudkan melalui ucapan semata, tetapi harus dibarengi dengan kebijakan nyata yang berpihak kepada mereka. Menurutnya, akses terhadap teknologi pertanian modern, bantuan sarana produksi, kemudahan permodalan, serta jaminan kesejahteraan petani harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan.

Gerakan tanam serempak ini juga menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, serta masyarakat tani dalam membangun sektor pertanian yang lebih maju, modern, dan berdaya saing. Dengan pemanfaatan lahan yang semakin optimal serta dukungan berbagai program strategis pemerintah, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat kemandirian pangan di tengah berbagai tantangan global.

Dengan semangat yang menggelora dari Sumba Barat Daya hingga Lumajang, Jawa Timur, Gerakan Tanam Serempak 52.000 hektare diharapkan menjadi tonggak penting dalam perjalanan Indonesia menuju swasembada pangan yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan. Di balik setiap bulir padi yang ditanam, tersimpan harapan besar bagi ketahanan pangan nasional serta kesejahteraan jutaan petani Indonesia yang menjadi pilar utama pembangunan pertanian bangsa. Nurhadi/Djoko Witono*

Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/06/13/jatim-bergerak-bersama-melalui-gerakan-tanam-serempak-52-ribu-hektare/

Similar Post