Lumajang – Penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu fokus Kementerian Pertanian dalam mempercepat modernisasi pertanian dan mewujudkan swasembada pangan nasional. Melalui Brigade Pangan, pemerintah terus membekali petani dengan kemampuan teknis, manajerial, dan kewirausahaan agar mampu mengelola usaha tani secara profesional sekaligus menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Brigade Pangan merupakan salah satu motor penggerak transformasi pertanian yang diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan melalui pengelolaan yang modern dan berorientasi bisnis.
“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional, dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis serta menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” ujar Mentan Amran.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan bahwa peningkatan kapasitas SDM menjadi fondasi penting dalam memperkuat Brigade Pangan. Menurutnya, pembelajaran yang mengombinasikan teori, praktik lapangan, dan berbagi pengalaman antarpetani akan mempercepat adopsi inovasi sekaligus meningkatkan kemampuan petani dalam menghadapi berbagai tantangan usaha tani.
Sebagai implementasi kebijakan tersebut, UPT Pelatihan Kementerian Pertanian menyelenggarakan Pelatihan Teknis Brigade Pangan di Kabupaten Lumajang pada 29 Juni–1 Juli 2026. Salah satu materi yang mendapat perhatian besar peserta adalah pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dan pemupukan berimbang yang disampaikan secara interaktif oleh widyaiswara BBPP Ketindan, Lutfi Tri Andriani. Suasana pembelajaran berlangsung dinamis melalui diskusi dan berbagi pengalaman antarpeserta mengenai berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan. Salah satu topik yang paling menarik perhatian adalah pengendalian hama tikus yang hingga kini masih menjadi ancaman di sejumlah sentra produksi padi.
Dalam sesi diskusi, Jumadi, salah seorang peserta, berbagi pengalaman mengenai upaya pengendalian tikus yang pernah diterapkan di daerahnya pada masa lalu melalui pelibatan aktif masyarakat. Menurutnya, pendekatan tersebut mampu meningkatkan partisipasi masyarakat sehingga populasi tikus dapat ditekan secara bersama-sama. Berbagai pengalaman yang disampaikan peserta menjadi bahan pembelajaran yang memperkaya pemahaman mengenai pentingnya strategi pengendalian hama yang efektif dan sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.
Selain penyampaian materi di kelas, peserta juga melakukan praktik penggunaan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah sebagai dasar penyusunan rekomendasi pemupukan. Melalui praktik tersebut, peserta belajar menentukan kebutuhan hara tanaman secara lebih tepat sehingga penggunaan pupuk menjadi lebih efisien, menjaga kesehatan tanah, dan mendukung peningkatan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Pada akhir kegiatan, perwakilan peserta, Ilham, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pelatihan yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi pengelola Brigade Pangan. Menurutnya, materi yang diberikan tidak hanya memperkuat kemampuan teknis budidaya, tetapi juga memperluas wawasan peserta melalui diskusi dan pertukaran pengalaman antarpengelola Brigade Pangan dari berbagai wilayah di Kabupaten Lumajang.
“Kami memperoleh banyak pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan di lapangan. Selain memahami aspek teknis budidaya, kami juga mendapatkan pengalaman dari peserta lain yang menghadapi tantangan berbeda di daerahnya masing-masing. Hal ini menjadi bekal yang sangat berharga dalam mengembangkan Brigade Pangan,” ungkap Ilham.
Menutup kegiatan, Kepala Bidang Sarana, Prasarana, dan Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang, Agus Priosantoso, berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh dalam mendukung pengelolaan Brigade Pangan yang profesional, mandiri, dan berkelanjutan. Menurutnya, peningkatan kompetensi SDM menjadi modal penting untuk memperkuat produktivitas pertanian sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional. Lutfi Tri Andriani*
Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/07/02/pembelajaran-berbasis-praktik-perkuat-kompetensi-brigade-pangan-hadapi-tantangan-pertanian/


