Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Kawal 360 Hektare OPLAH, Dua Brigade Pangan Magetan Siap Jadi Penggerak Swasembada

Nadif
Sep 15, 2026

Magetan – Kementerian Pertanian terus memperkuat kelembagaan petani melalui Brigade Pangan sebagai bagian dari strategi optimalisasi lahan dan percepatan swasembada pangan. Di Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur, penguatan tersebut diwujudkan melalui pengukuhan Brigade Pangan Agro Jaya Makmur dan Brigade Pangan Agro Nika, Selasa (15/9/2026).

Pengukuhan yang berlangsung di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Magetan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran Brigade Pangan dalam mengelola potensi Optimalisasi Lahan (OPLAH) seluas 360 hektare di Kabupaten Magetan.

Kegiatan dihadiri Kepala BBPP Ketindan Nurul Qomariyah selaku Penanggung Jawab Brigade Pangan Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Magetan Uswatun Chasanah, Katimker Pengelolaan Administrasi dan Kinerja Kabupaten Magetan Sriningsih, penyuluh pertanian, serta anggota Brigade Pangan penerima.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Brigade Pangan memiliki peran strategis sebagai penggerak utama program pertanian, sekaligus menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan petani di lapangan. Brigade Pangan diarahkan untuk mengoptimalkan lahan secara modern, profesional, dan terampil dengan mengembangkan usaha pertanian yang berorientasi bisnis.

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional, dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis serta menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” ujar Mentan Amran.

Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan bahwa keberhasilan Brigade Pangan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan dalam budidaya, tetapi juga membutuhkan penguatan kelembagaan dan manajemen usaha.

“Brigade Pangan bukan hanya tentang budidaya, tetapi juga bagaimana kelembagaan mampu dikelola dengan baik dan usaha pertanian dapat berkembang secara profesional,” ujar Idha.

Di Magetan, potensi OPLAH seluas 360 hektare diperkuat melalui pembentukan dua Brigade Pangan, yakni Brigade Pangan Agro Jaya Makmur yang bersekretariat di Kecamatan Karas dan Brigade Pangan Agro Nika yang bersekretariat di Kecamatan Bendo. Keduanya diharapkan mampu menjadi penggerak optimalisasi lahan melalui pengelolaan usaha tani yang lebih efektif, pemanfaatan mekanisasi, penerapan teknologi, serta peningkatan produktivitas dan indeks pertanaman.

Kepala BBPP Ketindan Nurul Qomariyah mengatakan, pengukuhan Brigade Pangan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal dari penguatan kelembagaan petani agar mampu mengelola potensi pertanian secara lebih modern, produktif, efisien, dan berkelanjutan.

“Brigade Pangan harus menjadi motor penggerak transformasi pertanian di tingkat lapangan. Kita dorong pertanian menuju sistem yang modern, berbasis teknologi, berbasis data, dan berorientasi bisnis,” ujar Nurul.

Menurutnya, setelah dikukuhkan, Brigade Pangan perlu terus meningkatkan kapasitas dan kolaborasi, mengoptimalkan pemanfaatan sarana produksi dan teknologi pertanian, memperkuat kelembagaan, serta membangun jiwa kewirausahaan. Keberhasilan Brigade Pangan tidak cukup diukur dari terbentuknya organisasi, tetapi dari kemampuan memberikan dampak nyata terhadap produktivitas, efisiensi usaha tani, dan peningkatan pendapatan petani.

Penguatan tersebut juga membutuhkan dukungan penyuluh pertanian sebagai pendamping di lapangan. Sinergi antara Brigade Pangan, penyuluh, pemerintah daerah, dan BBPP Ketindan menjadi bagian penting agar potensi OPLAH dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi petani.

Dengan terbentuknya Brigade Pangan Agro Jaya Makmur dan Agro Nika, Kabupaten Magetan kini memiliki kelembagaan baru yang diharapkan mampu mengubah potensi lahan menjadi kekuatan produksi. Tidak berhenti pada peningkatan luas tanam, Brigade Pangan didorong tumbuh menjadi kelembagaan petani yang kuat, produktif, dan mandiri.

BBPP Ketindan sebagai Penanggung Jawab Brigade Pangan Provinsi Jawa Timur berkomitmen terus mendukung penguatan kapasitas SDM pertanian melalui pelatihan, pendampingan, penerapan teknologi, serta penguatan kelembagaan.

“Semoga Brigade Pangan yang telah dikukuhkan mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, berkembang menjadi kelembagaan petani yang kuat dan mandiri, serta memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan produksi dan produktivitas pertanian di Kabupaten Magetan guna mendukung swasembada pangan berkelanjutan,” pungkas Nurul. Nurul Qomariyah/ Musdalipah*

Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/09/15/kawal-360-hektare-oplah-dua-brigade-pangan-magetan-siap-jadi-penggerak-swasembada/ dan https://lajurpertanian.com/2026/09/15/kawal-360-hektare-oplah-dua-brigade-pangan-magetan-siap-jadi-penggerak-swasembada/

Similar Post