Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Tiga Brigade Pangan Dikukuhkan, 600 Hektare Lahan OPLAH di Kabupaten Malang Siap Dioptimalkan

Nadif
Oct 02, 2026

Malang – Kementerian Pertanian terus memperkuat peran Brigade Pangan sebagai penggerak pertanian modern di tingkat daerah. Upaya tersebut diwujudkan melalui pengukuhan tiga Brigade Pangan di Kabupaten Malang yang akan mengonsolidasikan lahan Optimalisasi Lahan (OPLAH) seluas kurang lebih 600 hektare.

Pengukuhan dilaksanakan di Kabupaten Malang, Jumat (2/10/2026), dengan melibatkan Brigade Pangan dari tujuh kecamatan dan 15 desa. Tiga Brigade Pangan yang dikukuhkan yaitu Brigade Pangan Gondanglegi Makmur, Agrimuda Nusantara, dan Bina Karya Petani.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BBPP Ketindan sekaligus Penanggung Jawab Brigade Pangan Provinsi Jawa Timur, Nurul Qomariyah; Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang, Avicenna M. Saniputera; Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi dan Kinerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Malang, Sidik Fathul Qorib; Penyuluh Pertanian; Kepala Desa; Bintara Pembina Desa (Babinsa); serta anggota Brigade Pangan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Brigade Pangan memiliki peran penting dalam mendorong pengelolaan lahan pertanian secara modern, profesional, dan berorientasi bisnis.

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis serta menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” ujar Mentan Amran.

Penguatan Brigade Pangan tersebut sejalan dengan upaya Kementerian Pertanian dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian. Dalam kegiatan penguatan manajemen usaha tani Brigade Pangan pada September 2026, Amran menekankan pentingnya peningkatan kompetensi, kapasitas manajerial, dan karakter kepemimpinan pengelola Brigade Pangan agar usaha tani dapat dikelola secara profesional dan produktif.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan keberhasilan Brigade Pangan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis budidaya, tetapi juga oleh kekuatan kelembagaan serta kemampuan dalam mengelola usaha pertanian.

“Penguatan kapasitas manajerial dan tata kelola menjadi bagian penting agar Brigade Pangan mampu mengembangkan usaha tani secara profesional, produktif, dan berkelanjutan,” kata Idha.

Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah, mengatakan pengukuhan bukan sekadar penetapan kelembagaan, tetapi menjadi momentum untuk menyatukan langkah, memperjelas peran, dan membangun komitmen agar Brigade Pangan mampu memberikan dampak nyata di lapangan.

“Brigade Pangan jangan hanya terlihat pada struktur kepengurusan dan administrasinya, tetapi harus benar-benar terlihat melalui aktivitas dan hasil kerjanya di lapangan. Mulai dari mengoptimalkan lahan OPLAH, memanfaatkan alsintan, meningkatkan produktivitas, hingga mengelola hasil produksi dan membangun jejaring pemasaran,” ujar Nurul.

Menurutnya, Kabupaten Malang memiliki potensi pertanian yang besar dan perlu dikelola secara optimal melalui penguatan kelembagaan, pemanfaatan teknologi dan mekanisasi, serta kolaborasi antarpelaku pertanian.

Melalui pengukuhan tersebut, Brigade Pangan diharapkan tidak hanya menjadi wadah kelembagaan petani, tetapi juga mampu tumbuh sebagai pengelola usaha tani yang produktif dan berorientasi pada keberlanjutan. Pengelolaan lahan, sarana produksi, alsintan, biaya usaha tani, produktivitas, hingga pemasaran perlu dilakukan secara tertib dan berbasis data agar dapat mendukung pengambilan keputusan serta pengembangan usaha.

Tiga Brigade Pangan yang dikukuhkan selanjutnya akan mengonsolidasikan lahan OPLAH dengan total luasan kurang lebih 600 hektare. Konsolidasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pengelolaan lahan, mengoptimalkan pemanfaatan alsintan, serta mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani. Lebih dari itu, keberadaan Brigade Pangan diharapkan dapat menumbuhkan semangat baru bagi petani dan generasi muda bahwa pertanian memiliki peluang ekonomi yang menjanjikan apabila dikelola dengan ilmu, teknologi, manajemen, dan kerja sama yang kuat.

“Brigade Pangan harus menjadi gerakan nyata. Bergerak bersama, bekerja bersama, dan menghasilkan bersama. Dari Kabupaten Malang, kita bangun pertanian yang semakin produktif, dan modern untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan,” pungkasnya. Nurul Qomariyah/ Tim BBPP Ketindan

Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/10/02/tiga-brigade-pangan-dikukuhkan-600-hektare-lahan-oplah-di-kabupaten-malang-siap-dioptimalkan/

Similar Post