Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Kejar Swasembada Pangan, Kementan Turunkan Strategi Baru Lewat Pelatihan Penyuluh

Nadif
May 22, 2026

Malang — Upaya mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian, khususnya penyuluh pertanian sebagai garda terdepan pendampingan petani di lapangan. Untuk mendukung langkah tersebut, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan menyelenggarakan Pelatihan Teknis bagi Penyuluh Pertanian Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan Angkatan IV–VII pada 21–23 Mei 2026.

Pelatihan yang dilaksanakan dengan metode blended learning ini diikuti 86 penyuluh pertanian dari empat kabupaten di Jawa Timur, yakni Kabupaten Madiun sebanyak 10 peserta, Kabupaten Nganjuk 25 peserta, Kabupaten Sampang 31 peserta, dan Kabupaten Lumajang 20 peserta. Kegiatan berlangsung secara daring selama satu hari, kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran luring selama dua hari di wilayah masing-masing peserta.

Kegiatan dibuka secara daring oleh Ketua Kelompok Substansi Penyelenggaraan Pelatihan BBPP Ketindan, Junni Fardiana. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penyuluh pertanian memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang menjembatani kebijakan pemerintah dengan kebutuhan petani di lapangan.

Menurutnya, keberhasilan program swasembada pangan sangat dipengaruhi kualitas pendampingan yang diberikan penyuluh kepada petani binaannya.

“Peningkatan kapasitas penyuluh perlu dilakukan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan melalui pelatihan teknis yang relevan dengan kebutuhan lapangan. Hal ini penting untuk mendukung transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan kompetensi penyuluh terkait adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, penggunaan varietas unggul tahan cuaca ekstrem, serta penguatan program prioritas Kementerian Pertanian seperti optimalisasi lahan (oplah) dan pompanisasi.

Pelatihan menghadirkan sejumlah materi strategis, di antaranya kebijakan pembangunan pertanian dan peran penyuluh dalam mendukung swasembada pangan, penerapan teknologi pertanian modern, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), penguatan Brigade Pangan, hingga digitalisasi penyuluhan dan sistem informasi pertanian.

Peningkatan kapasitas penyuluh dinilai penting mengingat penyuluh menjadi penghubung utama dalam memastikan inovasi, teknologi, serta program pemerintah dapat diterapkan secara efektif oleh petani. Kompetensi penyuluh yang kuat diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas, efisiensi usaha tani, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana produksi, tetapi juga kualitas SDM pertanian yang mendampingi petani secara langsung.

“Kalau kita ingin swasembada pangan tercapai, maka SDM pertanian harus kuat. Penyuluh adalah ujung tombak yang memastikan program pemerintah berjalan hingga tingkat petani,” tegas Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa penyuluh pertanian dituntut semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan pertanian modern.

“Peningkatan kompetensi penyuluh menjadi langkah penting dalam menciptakan SDM pertanian yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan petani di lapangan,” ujar Santi.

Melalui pelatihan ini, BBPP Ketindan berharap para penyuluh semakin siap mendampingi petani, mengawal program prioritas Kementerian Pertanian, serta mempercepat terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan di berbagai daerah. Humas BBPP Ketindan

Diterbitkan di megapolitannews.com

Similar Post