Malang – Kementerian Pertanian terus memperkuat implementasi link and match antara pendidikan vokasi pertanian dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) melalui pelaksanaan Asesmen Kompetensi Skema Asisten Manajer Produksi di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang pada 15–18 Juli 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan pendidikan vokasi dan sertifikasi profesi berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) guna menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri dan siap memasuki dunia kerja.
Pelaksanaan asesmen melibatkan tim asesor dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, yaitu Nining Hariyani dan Laila Nuzuliyah. Keterlibatan BBPP Ketindan menjadi bagian dari dukungan UPT Pelatihan Kementerian Pertanian dalam penguatan sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa vokasi pertanian. Proses asesmen dilaksanakan sesuai standar dan pedoman Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan pertanian tidak hanya bertumpu pada peningkatan produksi, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusianya.
“Kemajuan pertanian sangat bergantung pada SDM yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menerapkan inovasi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian,” ujar Mentan Amran.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa penguatan kompetensi melalui pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi merupakan langkah strategis dalam menyiapkan SDM pertanian yang unggul, profesional, adaptif, dan berdaya saing untuk mendukung percepatan swasembada pangan nasional.
Selama empat hari pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian proses asesmen yang meliputi verifikasi portofolio, observasi, wawancara, demonstrasi, serta uji praktik sesuai unit-unit kompetensi pada skema Asisten Manajer Produksi. Seluruh tahapan dilaksanakan secara objektif, transparan, valid, dan profesional.
Koordinator Asesor dari BBPP Ketindan, Nining Hariyani, menjelaskan bahwa asesmen kompetensi bertujuan memastikan setiap peserta benar-benar mampu menunjukkan kompetensi sesuai standar yang dipersyaratkan.
“Peserta yang dinyatakan kompeten telah memenuhi standar pada setiap unit kompetensi sehingga memiliki pengakuan profesional untuk melaksanakan tugas sebagai Asisten Manajer Produksi. BBPP Ketindan berkomitmen mendukung penguatan SDM pertanian melalui pelaksanaan asesmen dan sertifikasi kompetensi yang berkualitas,” jelasnya.
Skema ini mengukur kemampuan peserta dalam merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, mengendalikan, dan mengevaluasi kegiatan produksi agribisnis. Kompetensi tersebut menjadi bekal penting bagi lulusan pendidikan vokasi untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha agribisnis secara profesional.
Melalui pelaksanaan asesmen kompetensi ini, Polbangtan Malang bersama BBPP Ketindan dan Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan vokasi yang kompeten, profesional, dan berdaya saing. Sinergi antara lembaga pendidikan vokasi dan UPT pelatihan Kementan diharapkan semakin memperkuat implementasi link and match dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, sekaligus mendukung terwujudnya SDM pertanian unggul sebagai fondasi pembangunan pertanian yang maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan. LAILA NUZULIYAH/NINING HARIYANI*
Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/07/19/kementan-perkuat-link-and-match-vokasi-melalui-asesmen-kompetensi-asisten-manajer-produksi/


