Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Lahan Terbatas Bukan Halangan, UPT Pelatihan Bekali Siswa SMK-PP Keterampilan Budidaya

Najia
Sep 09, 2026

Keterbatasan lahan bukan alasan untuk berhenti menghasilkan pangan. Pesan tersebut menjadi salah satu pembelajaran yang diperoleh siswa SMK-PP Kupang selama mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Malang.

Melalui kegiatan PKL, siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja, tetapi juga dibekali pengetahuan dan keterampilan pertanian yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun daerah asal. Salah satunya melalui praktik pemanfaatan lahan terbatas dengan sistem tanam menggunakan wadah plastik berukuran 1,5 x 1 meter, Senin (7/9/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen BBPP Ketindan dalam membina, membimbing, mendampingi, dan mengawal siswa PKL agar pembelajaran yang diperoleh tidak berhenti pada teori, tetapi dapat diterapkan secara langsung melalui praktik di lapangan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam keberlanjutan pembangunan pertanian nasional.

Menurutnya, sektor pertanian membutuhkan generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, berinovasi, dan berani menjadi pelaku utama pertanian.

“Pertanian harus dikelola secara modern dan profesional. Kita ingin anak-anak muda tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi menjadi pelaku dan penggerak pertanian yang mampu menciptakan inovasi serta lapangan kerja,” kata Mentan Amran.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya penguatan kompetensi generasi muda melalui pembelajaran yang dekat dengan kebutuhan dan persoalan di lapangan.

“SDM pertanian harus terus didorong agar inovatif, adaptif, dan mampu menghadirkan solusi sesuai dengan tantangan yang dihadapi di lapangan. Karena itu, proses pembelajaran dan pelatihan harus semakin dekat dengan praktik serta perkembangan teknologi pertanian,” ujar Idha.

Komitmen tersebut diterapkan BBPP Ketindan melalui pembelajaran berbasis praktik bagi siswa PKL. Dalam praktik pemanfaatan lahan terbatas, siswa membuat wadah tanam sederhana menggunakan plastik berukuran 1,5 x 1 meter.

Media tanam disusun dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar kebun, antara lain gedebog pisang, daun kering, dan kotoran hewan. Bahan-bahan tersebut diolah dan disusun menjadi media tanam sebelum digunakan untuk menanam sayuran.

Praktik tersebut memberikan pengalaman kepada siswa bahwa budidaya tanaman dapat dilakukan dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di lingkungan. Teknik sederhana ini sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan lahan dapat diatasi melalui kreativitas dan pemanfaatan teknologi budidaya yang sesuai.

Selama kegiatan, siswa terlibat langsung dalam setiap tahapan, mulai dari menyiapkan wadah, mengumpulkan bahan media tanam, mencampur media hingga melakukan penanaman. Keterlibatan tersebut melatih keterampilan teknis sekaligus menumbuhkan kreativitas dan kemandirian siswa.

Salah satu siswa, Revi, mengaku memperoleh pengalaman baru dari praktik tersebut. Menurutnya, penggunaan bahan yang mudah ditemukan membuat teknik budidaya tersebut mudah diterapkan kembali.

“Kami senang bisa belajar langsung membuat sarana tanam sederhana. Bahan-bahannya mudah ditemukan di sekitar kebun, sehingga ilmu ini nantinya bisa kami praktikkan kembali di sekolah maupun di daerah asal kami,” ujar Revi.

Hal senada disampaikan Maya. Ia menilai pembelajaran melalui praktik memberikan pemahaman yang lebih nyata karena siswa dapat mengikuti dan mencoba langsung setiap tahapan budidaya.

“Praktik ini sangat menarik karena kami tidak hanya mendapatkan teori, tetapi langsung mencoba. Harapannya, setelah kembali ke daerah asal, kami bisa menerapkan cara seperti ini dan mengajak masyarakat memanfaatkan lahan yang ada untuk menanam sayuran,” kata Maya.

Bagi BBPP Ketindan, pendampingan siswa PKL menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam memperluas akses pembelajaran pertanian berbasis praktik. Pengalaman langsung di lapangan diharapkan mampu membangun literasi pertanian sekaligus membentuk generasi muda yang memiliki keterampilan, kreativitas, dan kemampuan melihat peluang di sektor pertanian.

Melalui pembelajaran tersebut, siswa diharapkan tidak hanya mampu menerapkan teknik budidaya sederhana, tetapi juga membawa pengetahuan yang diperoleh selama PKL ke sekolah dan daerah asal masing-masing.

Dengan demikian, PKL menjadi lebih dari sekadar bagian dari proses pembelajaran. Kegiatan ini menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal praktik pertanian secara langsung sekaligus membangun pola pikir bahwa pertanian dapat dikembangkan secara inovatif, efisien, dan sesuai dengan potensi sumber daya yang tersedia.

Similar Post