Jombang – Upaya mewujudkan swasembada pangan nasional tidak hanya dilakukan melalui penyediaan sarana produksi dan modernisasi alat mesin pertanian, tetapi juga melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian. Untuk itu, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan menyelenggarakan Pelatihan Teknis Brigade Pangan Angkatan IV yang diikuti 35 anggota Brigade Pangan dari tujuh brigade di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada 22–24 Juni 2026 di Dinas Pertanian Kabupaten Jombang.
Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen BBPP Ketindan sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian dalam meningkatkan kompetensi SDM pertanian yang profesional, mandiri, dan berdaya saing. Melalui materi kewirausahaan dan manajemen keuangan, peserta dibekali kemampuan untuk mengelola usaha pertanian secara lebih produktif, menguntungkan, dan berkelanjutan.
Peserta pelatihan berasal dari Brigade Pangan Maju Jaya Gudo, Pemuda Harapan Bangsa, Bakti Untuk Negeri, Berkah Lestari, Harapan Tani, Joko Sambang, dan Kudu Mulyo. Selama tiga hari, mereka mendapatkan pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat kapasitas teknis sekaligus meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha pertanian berbasis bisnis.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Much Rony, menegaskan bahwa Brigade Pangan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan pertanian daerah maupun nasional. Menurutnya, keberhasilan berbagai program pertanian sangat ditentukan oleh kualitas SDM yang terlibat di dalamnya.
“Brigade Pangan harus menjadi motor penggerak pertanian modern. Mereka tidak hanya dituntut mampu mengoperasikan teknologi dan mekanisasi pertanian, tetapi juga harus memiliki kemampuan mengelola usaha tani yang produktif, menguntungkan, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Brigade Pangan merupakan instrumen strategis pemerintah dalam mempercepat modernisasi pertanian sekaligus mewujudkan swasembada pangan nasional. Menurutnya, keberhasilan pembangunan pertanian sangat ditentukan oleh kualitas SDM yang mengelola sektor tersebut.
“Alat dan teknologi bisa disediakan pemerintah, tetapi keberhasilan di lapangan ditentukan oleh kualitas manusianya. Karena itu, Brigade Pangan harus menjadi SDM pertanian yang unggul, adaptif, produktif, dan memiliki jiwa kewirausahaan agar mampu mendorong peningkatan produksi pangan nasional,” tegas Amran.
Senada dengan hal tersebut, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa pendidikan dan pelatihan merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan pertanian Indonesia. Penguatan kompetensi petani dan Brigade Pangan, menurutnya, menjadi kunci menjaga ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim, dinamika pasar, dan perkembangan teknologi.
“SDM memegang peranan penting dalam sektor pertanian karena menjadi faktor utama dalam peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan di Indonesia,” jelas Arsanti.
Pada hari pertama pelatihan, peserta mendapatkan materi kewirausahaan yang disampaikan oleh Widyaiswara BBPP Ketindan, Adhis Millia Windhy. Materi yang diberikan meliputi penguatan mindset kewirausahaan pertanian, identifikasi peluang usaha, penyusunan rencana bisnis, pengelolaan risiko usaha tani, strategi pemasaran hasil pertanian, hingga pengembangan usaha yang mandiri dan berkelanjutan.
Adhis menjelaskan bahwa tantangan pertanian saat ini tidak lagi hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga kemampuan petani dan kelembagaan tani dalam membaca peluang pasar serta mengelola usaha secara profesional.
“Petani dan Brigade Pangan harus mulai memandang usaha tani sebagai sebuah bisnis yang perlu direncanakan, dihitung, dan dikembangkan secara berkelanjutan. Produksi yang tinggi tidak akan memberikan nilai optimal apabila tidak diikuti dengan kemampuan mengelola usaha dan memasarkan hasilnya,” jelasnya.
Sementara itu, pada hari kedua peserta memperoleh materi manajemen keuangan yang mencakup literasi keuangan, akses pembiayaan, serta analisis kelayakan usaha tani padi. Materi tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menyusun laporan keuangan, menganalisis kondisi usaha, mengukur tingkat keuntungan, dan menentukan strategi pengembangan usaha yang lebih efektif.
Melalui pelatihan ini, Brigade Pangan diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana budidaya dan mekanisasi pertanian, tetapi juga mampu berkembang menjadi kelembagaan ekonomi petani yang tangguh. Dengan kemampuan kewirausahaan dan manajemen keuangan yang semakin baik, Brigade Pangan diharapkan dapat menciptakan usaha pertanian yang berdaya saing, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjadi penggerak utama dalam mewujudkan swasembada pangan Indonesia secara berkelanjutan. Adhis Millia Windhy*
Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/06/24/tak-hanya-jago-budidaya-brigade-pangan-kini-dibekali-strategi-bisnis-dan-keuangan-pertanian/


