Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Melalui Pelatihan Brigade Pangan, Perkuat Jiwa Wirausaha Petani Muda

Nadif
Jun 19, 2026

Magetan – Penguatan kapasitas kelembagaan petani terus dilakukan melalui pengembangan Brigade Pangan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga penguatan aspek bisnis dan manajemen usaha tani.

Untuk mendukung hal tersebut, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan bersama pemerintah daerah menyelenggarakan Pelatihan Teknis Brigade Pangan Angkatan I di Kabupaten Magetan, 17 – 19 Juni 2026.

Pelatihan diikuti oleh 15 peserta yang berasal dari tiga Brigade Pangan, yakni BP Blego Mulyo Kecamatan Parang, BP Tani Sejahtera Kecamatan Kawedanan, dan BP Muda Berkarya Kecamatan Lembeyan.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Brigade Pangan agar mampu mengelola usaha pertanian secara profesional, mandiri, dan berkelanjutan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam mewujudkan pertanian modern dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Petani saat ini harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memiliki kemampuan manajerial dan kewirausahaan yang baik agar usaha pertanian semakin produktif dan menguntungkan,”jelas Mentan Amran.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi petani dan kelembagaan pertanian melalui berbagai kegiatan pelatihan dan pendampingan.

“Brigade Pangan diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan pertanian sekaligus menciptakan peluang usaha yang memberikan nilai tambah bagi anggotanya,”ungkap Santi.

Kegiatan pelatihan dibuka oleh Katimker Penyuluh pertanian Kabupaten Magetan, Sriningsih. Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa Brigade Pangan memiliki peran strategis dalam mendukung penguatan kelembagaan petani dan pengembangan usaha pertanian modern.

“Brigade Pangan diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola usaha yang memberikan nilai tambah dan keuntungan bagi anggotanya,” ujarnya.

Selanjutnya, narasumber dari BBPP Ketindan, Asep Koswara, memberikan materi kewirausahaan pertanian yang mencakup penyusunan rencana usaha, pengelolaan risiko, strategi pemasaran hasil pertanian, serta pengembangan usaha tani yang mandiri dan berkelanjutan.

Menurut Asep, petani saat ini tidak cukup hanya menguasai aspek budidaya, tetapi juga harus memiliki pola pikir sebagai seorang wirausahawan.

“Petani saat ini harus mampu menjadi wirausahawan. Tidak hanya pandai berproduksi, tetapi juga mampu membaca peluang pasar, mengelola risiko, dan menyusun strategi usaha yang tepat. Brigade Pangan harus tumbuh menjadi unit usaha yang sehat, profesional, dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi anggotanya,” jelas Asep.

Pada hari kedua, peserta memperoleh materi literasi keuangan yang difokuskan pada kemampuan mengelola keuangan usaha tani secara sederhana, transparan, dan akuntabel. Materi meliputi penyusunan anggaran usaha, penghitungan biaya produksi, analisis pendapatan dan keuntungan, hingga perhitungan Break Even Point (BEP) untuk menilai kelayakan usaha.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan risiko usaha pertanian agar mampu mengantisipasi berbagai ketidakpastian, seperti fluktuasi harga, serangan organisme pengganggu tumbuhan, maupun dampak perubahan iklim. Asep Koswara*

Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/06/19/melalui-pelatihan-brigade-pangan-perkuat-jiwa-wirausaha-petani-muda/

Similar Post