Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Dari IP 190 ke IP 300: Petani Muda Sambas Ubah Lahan Rawa Jadi Lumbung Produktif

Yeniartha
Mar 07, 2026

Sambas – Semangat regenerasi pertanian terus menunjukkan hasil nyata. Di Desa Dungun Laut, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Brigade Pangan (BP) Tekad Pemuda berhasil mentransformasi lahan rawa pasang surut menjadi areal tanam produktif dengan indeks pertanaman (IP) mencapai 300.

Brigade Pangan merupakan kelembagaan ekonomi pertanian yang dibentuk berdasarkan Keputusan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Nomor 36/Kpts/RC.010/I/02/2025 yang mencabut Keputusan Nomor 227/Kpts/RC.010/I/11/2024. Di tingkat desa, BP Tekad Pemuda ditetapkan melalui SK Kepala Desa Nomor 16 Tahun 2024 dan saat ini beranggotakan 15 petani muda yang dipimpin manajer mereka, Parden.

BP Tekad Pemuda mengelola lahan optimalisasi (OPLAH) seluas 191 hektare yang tersebar di Desa Dungun Laut, Sentebang, dan Sungai Nyirih. Karakteristik lahan berupa rawa pasang surut tipe C dengan tingkat kemasaman serta potensi salinitas yang cukup tinggi menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaannya.

Didampingi penyuluh pertanian Darma Irawan, para petani muda tersebut melakukan perbaikan tata air, ameliorasi tanah, serta menerapkan mekanisasi pertanian secara disiplin. Hasilnya, IP meningkat menjadi 200 dan pada sekitar 20 hektare lahan bahkan mencapai IP 300.

“Artinya, lahan yang sebelumnya ditanami kurang dari dua kali setahun kini mampu ditanami hingga tiga kali dalam setahun,” kata Darma Irawan, Senin (2/3/2026) di sela-sela mendampingi BP Tekad Pemuda.

Transformasi tersebut diperkuat dengan dukungan alat dan mesin pertanian, antara lain combine harvester, rotavator, traktor roda empat, pompa air, dan rice transplanter. Selain itu, bantuan benih, dolomit, pestisida, serta dukungan biaya olah tanah turut mempercepat peningkatan produksi. Sebagai Brigade Pangan berprestasi tingkat nasional perwakilan Kalimantan Barat, BP Tekad Pemuda juga memperoleh dukungan perangkat manajemen usaha berbasis digital.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Brigade Pangan merupakan instrumen strategis dalam mendorong regenerasi petani. “Kita ingin generasi muda menjadi pelaku utama pertanian modern yang produktif dan berorientasi bisnis,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsyanti menekankan pentingnya manajemen usaha dan pencatatan keuangan yang akuntabel agar peningkatan produksi berjalan seiring dengan peningkatan pendapatan petani.

Secara ekonomi, capaian BP Tekad Pemuda menunjukkan tren positif. Pada Musim Tanam III (Agustus–Desember 2025), produksi padi mencapai 5.312,5 kilogram per hektare dengan harga jual Rp6.500 per kilogram. Pendapatan usahatani padi tercatat sebesar Rp15.379.952 per hektare, sementara total pendapatan brigade dari berbagai sumber mencapai Rp18.873.022. Meski pendapatan rata-rata per anggota masih terus ditingkatkan, pertumbuhan tersebut menunjukkan prospek yang optimistis.

Keberhasilan ini menegaskan bahwa pertanian tidak lagi identik dengan keterbatasan. Dengan tata kelola profesional, mekanisasi, pencatatan keuangan digital, dan kolaborasi yang kuat, lahan rawa pun dapat dioptimalkan menjadi sumber kesejahteraan.

Dari IP 190 hingga menembus IP 300, BP Tekad Pemuda tidak sekadar meningkatkan angka indeks pertanaman. Mereka turut menumbuhkan optimisme bahwa generasi muda mampu menjadi motor transformasi pertanian modern Indonesia yang produktif, adaptif, dan berorientasi masa depan.

Penulis : Dharma Irawan/ Laila Nuzuliyah

Similar Post