Malang – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian, membekali peserta Program P40 Pensiunpreneurship Bank Kaltimtara Tahun 2026 dengan keterampilan pengolahan hasil pertanian bernilai tambah melalui pelatihan pembuatan mie gluten free berbahan baku ubi jalar, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan bekerja sama dengan PT Leadership Nasional Asia tersebut diikuti oleh 15 peserta yang terdiri atas 10 peserta Program P40 Pensiunpreneurship dan 5 orang pendamping. Pelatihan ini bertujuan menyiapkan calon pensiunan agar memiliki keterampilan kewirausahaan yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif dan berkelanjutan.
Kegiatan dibuka oleh Ketua Tim Kerja Sertifikasi Profesi, Layanan Konsultasi, dan Pengelolaan Inkubator Agribisnis BBPP Ketindan, Djoko Witono, yang mewakili Kepala BBPP Ketindan. Dalam sambutannya, Djoko menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peluang usaha yang luas, tidak hanya pada aspek budidaya tetapi juga pengolahan hasil yang mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.
“Pertanian memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi usaha yang menjanjikan. Melalui inovasi pengolahan, komoditas lokal dapat memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan daya saing yang kuat di pasar,” ujarnya.
Djoko juga memperkenalkan berbagai program pelatihan dan layanan BBPP Ketindan yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia pertanian yang profesional, adaptif, dan berorientasi agribisnis.
Sementara itu, Chairman PT Leadership Nasional Asia, Ferry Hermansyah, mengapresiasi dukungan BBPP Ketindan dalam memberikan pengalaman belajar yang aplikatif bagi para peserta. Menurutnya, keterampilan praktis menjadi bekal penting bagi calon pensiunan untuk membangun usaha mandiri yang mampu menopang perekonomian keluarga setelah memasuki masa pensiun.
“Pertanian dan pengolahan hasil pertanian memiliki prospek yang sangat baik sebagai sumber pendapatan berkelanjutan. Karena itu, peserta perlu dibekali keterampilan yang dapat langsung diterapkan dan dikembangkan menjadi usaha,” kata Ferry.
Pada kesempatan tersebut, peserta mendapatkan pelatihan praktik pengolahan ubi jalar menjadi mie gluten free yang dipandu oleh Widyaiswara BBPP Ketindan, Diana Triswaningsih. Materi yang diberikan meliputi pemilihan bahan baku berkualitas, proses pengolahan menjadi tepung, formulasi adonan, pencetakan mie, hingga teknik pengemasan yang sesuai standar keamanan pangan.
Selain keterampilan teknis, peserta juga memperoleh wawasan mengenai peluang pasar produk pangan sehat berbahan baku lokal yang saat ini semakin diminati masyarakat. Seluruh peserta terlibat langsung dalam setiap tahapan produksi sehingga memperoleh pengalaman praktik yang dapat diterapkan baik dalam skala rumah tangga maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pelatihan ini menjadi contoh konkret penerapan hilirisasi produk pertanian melalui pengembangan pangan olahan bernilai tambah. Ubi jalar yang selama ini banyak dipasarkan dalam bentuk segar dapat diolah menjadi produk pangan modern yang lebih bernilai ekonomis dan memiliki peluang pasar yang luas.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor pertanian tidak hanya berperan dalam menjaga ketahanan pangan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Oleh karena itu, pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan inovatif menjadi faktor penting dalam menciptakan lapangan kerja serta memperluas peluang usaha di sektor pertanian.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa pembangunan pertanian harus didukung oleh SDM yang kompeten, produktif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan pasar. Menurutnya, pelatihan dan peningkatan kapasitas menjadi kunci dalam menciptakan pelaku agribisnis yang mampu menghasilkan nilai tambah sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan ide usaha berbasis pertanian dan pengolahan pangan yang inovatif. Sinergi antara PT Leadership Nasional Asia dan BBPP Ketindan diharapkan terus berlanjut dalam mendukung lahirnya pensiunpreneur yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing serta mampu berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian. Rivana Agustin/ Diana Triswaningsih*
Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/06/11/olah-ubi-jalar-jadi-mie-gluten-free-kementan-perkuat-jiwa-wirausaha-pensiunpreneur/


