UPT Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan panen perdana kacang hijau varietas Vima 1 di lahan seluas 180 m2, Kamis (12/2/2026). Tanaman ini dipanen 75 hari setelah tanam (HST) dan perkiraan bisa menghasilkan 30 kg dari benih yang ditanam seberat 0,5 kg.
Budidaya tanaman kacang hijau ini dilakukan oleh salah satu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) BBPP Ketindan, yakni Sigit Riyanto yang baru bergabung menjadi PPPK Tahap II di BBPP Ketindan.
Pengalaman Sigit selama bekerja di Balai Penelitian Kacang dan Umbi (Balitkabi) Malang yang saat ini berubah menjadi BRMP Taka dalam melakukan pengelolaan kebun dan budidaya kacang hijau juga ia lakukan di BBPP Ketindan. Hal ini juga merupakan implementasi Rapim On The Spot (ROTS) yang digagas oleh Kepala BBPP Ketindan sebagai upaya untuk menaikkan PNBP.
Sejak awal Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah telah menegaskan, bahwa seluruh lahan BBPP Ketindan wajib produktif baik untuk tanaman pangan maupun tanaman obat sebagai sarana pelatihan pertanian yang layak untuk masyarakat dan meningkatkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), terbukti tahun 2025 BBPP Ketindan bisa meningkatkan PNBP dari Rp.362.294.361,00 ditahun 2024 menjadi Rp.422.525.452,00. Selain itu, pemanfaatan lahan secara optimal juga menjadi dukungan dari BBPP Ketindan untuk ketahanan pangan.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama dalam membangun ketahanan nasional.
“Ketahanan pangan adalah jantung dari ketahanan nasional. Jika pangan terganggu, maka stabilitas negara pun ikut terganggu,” tegas Mentan Amran.
Menurutnya, ketahanan pangan bukan sekadar isu ekonomi, tetapi menyangkut keberlangsungan hidup bangsa. Ia mengingatkan bahwa kesalahan dalam membaca persoalan pangan bisa berujung pada kebijakan yang salah dan berdampak lebih besar daripada korupsi.
“Seperti kata Bung Karno, hidup matinya bangsa ditentukan oleh pangan. Salah menganalisis pangan bisa lebih fatal dampaknya daripada korupsi,” ujar Amran.
Terpisah, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya peran SDM pertanian dalam mendukung program swasembada pangan dan mengharapkan agar seluruh ASN dapat menerapkan nilai-nilai integritas dalam setiap tugas sehari-hari.


