MADIUN — Pelatihan Teknis bagi Penyuluh Pertanian dalam Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur masih terus berlangsung pada hari ke 2, Sabtu (23/5/2026), melalui penguatan keterampilan praktik lapang. Pada sesi kali ini, peserta mendapatkan materi praktik pembuatan persemaian padi kering, pembuatan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria), serta pengoperasian traktor roda empat.
Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para penyuluh pertanian tampak aktif mengikuti setiap tahapan praktik yang dipandu instruktur lapang sebagai upaya meningkatkan kapasitas pendampingan kepada petani dan Brigade Pangan di wilayah kerja masing-masing.
Pada praktik pembuatan persemaian padi kering, peserta mempelajari teknik penyemaian yang lebih efisien dalam penggunaan air sekaligus mendukung percepatan tanam. Materi yang diberikan meliputi persiapan media semai, pemilihan benih unggul, perlakuan benih, hingga pemeliharaan bibit agar tumbuh seragam dan sehat.
Metode persemaian padi kering dinilai efektif diterapkan di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan air karena mampu menekan kebutuhan air tanpa mengurangi kualitas bibit tanaman.
Selain itu, peserta juga mengikuti praktik pembuatan PGPR sebagai inovasi ramah lingkungan dalam budidaya pertanian. PGPR merupakan mikroorganisme yang bermanfaat untuk membantu pertumbuhan tanaman, meningkatkan ketahanan terhadap penyakit, serta memperbaiki kesuburan tanah.
Dalam sesi tersebut, peserta mempelajari tahapan pembuatan PGPR mulai dari persiapan bahan, proses fermentasi, hingga teknik aplikasi pada tanaman. Para peserta terlihat aktif berdiskusi dan mencatat setiap tahapan agar dapat diterapkan di wilayah binaannya.
Kegiatan semakin menarik saat peserta mengikuti praktik pengoperasian traktor roda empat. Penyuluh mendapatkan pembekalan mengenai pengenalan alat mesin pertanian, teknik pengoperasian, perawatan dasar, hingga prosedur keselamatan kerja di lapangan.
Dengan pendampingan instruktur, peserta mencoba mengoperasikan traktor secara langsung di lahan praktik untuk memahami teknik olah tanah yang efektif dan efisien.
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Amran Sulaiman, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas penyuluh pertanian menjadi langkah penting dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.
“Penyuluh harus mampu mengawal penerapan teknologi pertanian modern di lapangan. SDM pertanian yang unggul menjadi kunci peningkatan produktivitas dan keberhasilan swasembada pangan,” tegas Mentan Amran.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa pelatihan berbasis praktik lapang sangat penting untuk memperkuat kompetensi teknis penyuluh pertanian.
“Melalui praktik langsung, penyuluh tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dan ditransfer kepada petani di lapangan,” ujarnya.
Peserta mengaku senang dan termotivasi mengikuti kegiatan praktik karena materi yang diberikan dinilai aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan pertanian saat ini.
Melalui pelatihan berbasis praktik lapang ini, diharapkan penyuluh pertanian semakin siap mendampingi petani dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan menuju swasembada pangan nasional. Asep Koswara*


