Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Percepat Produksi Padi, Brigade Pangan “Mahkota Tani” Banyuwangi Lakukan Gerakan Tanam Serempak dengan PM-AAS

Nadif
Sep 19, 2026

Banyuwangi – Percepatan produksi padi terus didorong melalui Gerakan Tanam (Gertam) dengan penerapan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS). Di Kabupaten Banyuwangi, Brigade Pangan “Mahkota Tani” melakukan tanam serempak padi seluas 2 hektare di Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, Jumat (18/9/2026).

Gerakan tersebut menjadi langkah konkret untuk mengoptimalkan lahan sekaligus memperkuat peran Brigade Pangan dalam menggerakkan usaha tani di tingkat lapangan. Penerapan PM-AAS diarahkan untuk mendorong budidaya padi yang lebih efisien dan produktif melalui pemanfaatan teknologi, mekanisasi, serta pengelolaan usaha tani modern.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya peningkatan produktivitas melalui modernisasi pertanian. Menurutnya, penerapan PM-AAS menjadi salah satu pendekatan untuk meningkatkan hasil produksi sekaligus memperkuat keberlanjutan swasembada pangan.

“Modernisasi pertanian tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga berdampak terhadap kesejahteraan petani dan keberlanjutan swasembada pangan,” ujar Amran saat meninjau penerapan PM-AAS di Subang, 2 September 2026.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa percepatan tanam membutuhkan pengawalan yang kuat agar lahan yang telah siap dapat segera ditanami dan menghasilkan produksi optimal.

“Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan yang kuat. Penyuluh pertanian bersama petani menjadi ujung tombak untuk memastikan lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan menghasilkan produksi yang optimal,” kata Idha.

Di Banyuwangi, arahan tersebut diwujudkan melalui aksi tanam langsung di lahan. Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Nurul Qomariyah, menegaskan bahwa Brigade Pangan harus menjadi kekuatan nyata dalam mengakselerasi produksi pangan.

“Kita tidak cukup hanya bicara tentang swasembada pangan. Harus ada aksi nyata di lahan. Hari ini Brigade Pangan Mahkota Tani membuktikannya melalui tanam serempak. Lahan harus produktif, teknologi harus diterapkan, dan petani harus semakin kuat,” tegas Nurul.

Menurut Nurul, penerapan PM-AAS menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan pertanian yang lebih efektif dan produktif. Brigade Pangan diharapkan mampu mengoptimalkan sumber daya yang tersedia sekaligus memperkuat pengelolaan usaha tani secara kelembagaan.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi yang diwakili Kepala Bidang Tanaman Pangan, perwakilan Koramil, Camat Blimbingsari, Kepala Desa Gintangan, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi dan Kinerja Penyuluh, Pupuk Indonesia, anggota Brigade Pangan, Gapoktan, serta kelompok tani.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi turut memperkuat dukungan terhadap pelaksanaan program pertanian di wilayahnya. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk bersinergi dengan Kementerian Pertanian dalam mengawal peningkatan produksi pangan.

“Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah, khususnya program Kementerian Pertanian. Pemerintah daerah siap bersinergi dengan BBPP Ketindan, penyuluh, Brigade Pangan, kelompok tani, TNI, Pupuk Indonesia, dan seluruh stakeholder untuk memastikan program pertanian benar-benar berjalan dan memberikan hasil di lapangan,” ujarnya.

Dukungan tersebut mencakup penguatan kelembagaan petani, optimalisasi lahan, penyediaan dukungan sarana produksi, serta pendampingan agar produktivitas pertanian terus meningkat.

Gerakan tanam serempak di Desa Gintangan memperlihatkan kolaborasi berbagai unsur dalam mengawal produksi pangan. Pemerintah daerah, penyuluh, petani, Brigade Pangan, TNI, dunia usaha, dan kelembagaan petani memiliki peran dalam memastikan lahan produktif dan usaha tani berjalan secara berkelanjutan.

Bagi Brigade Pangan “Mahkota Tani”, penanaman 2 hektare tersebut menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk mengoptimalkan lahan, meningkatkan produktivitas, memperkuat usaha tani, serta mendorong peningkatan nilai ekonomi bagi petani.

Dari Gintangan, Banyuwangi, gerakan tanam serempak menjadi bagian dari upaya mempercepat produksi padi melalui aksi nyata di lahan, penerapan pertanian modern, dan kolaborasi berbagai pihak. Nurul Qomariyah/ BBPP Ketindan

Diter0bitkan di https://megapolitannews.com/2026/09/19/percepat-produksi-padi-brigade-pangan-mahkota-tani-banyuwangi-lakukan-gerakan-tanam-serempak-dengan-pm-aas/

Similar Post