Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Penyuluh Banyuwangi Diperkuat, Brigade Pangan Siap Dorong Modernisasi Pertanian

Nadif
Jun 07, 2026

Banyuwangi – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat kapasitas penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pendampingan petani dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Teknis bagi Penyuluh Pertanian Pendamping Brigade Pangan yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan di Kabupaten Banyuwangi, 3–5 Juni 2026.

Pelatihan yang dilaksanakan secara blended learning ini bertujuan meningkatkan kompetensi penyuluh dalam mendampingi pengembangan Brigade Pangan sebagai penggerak modernisasi pertanian, peningkatan produktivitas, dan penguatan kelembagaan petani. Kegiatan ini diikuti oleh penyuluh pendamping Brigade Pangan tahun 2025 serta calon pendamping tahun 2026.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, keberhasilan swasembada pangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan sarana produksi, tetapi juga kualitas pendampingan kepada petani di lapangan.

“Penyuluh merupakan ujung tombak pembangunan pertanian. Mereka harus menjadi agen perubahan yang memastikan inovasi dan teknologi dapat diterapkan petani untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan,” ujar Amran.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa penguatan kompetensi penyuluh menjadi faktor penting dalam keberhasilan program Brigade Pangan.

“Penyuluh tidak hanya berperan mendampingi budidaya, tetapi juga memperkuat kelembagaan petani, meningkatkan kapasitas manajerial, serta mengawal penerapan teknologi pertanian modern agar program swasembada pangan berjalan berkelanjutan,” kata Santi.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian sekaligus Plt. Kepala BBPP Ketindan, Teddy Dirhamsyah, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas penyuluh pendamping merupakan langkah strategis dalam mempercepat transformasi pertanian menuju sistem yang modern, efisien, dan berdaya saing.

“Penyuluh memiliki peran penting dalam mendampingi pengembangan Brigade Pangan agar tumbuh menjadi kelembagaan usaha pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan. Karena itu, kompetensi pendamping harus terus diperkuat agar mampu menjawab berbagai tantangan di lapangan,” ujarnya.

Materi pelatihan disusun berdasarkan hasil Analisis Kebutuhan Pelatihan (AKP) yang dilakukan sebelumnya. Empat materi utama yang diberikan meliputi manajemen pengelolaan Brigade Pangan, teknik pendampingan kelembagaan, manajemen pengelolaan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta literasi keuangan Brigade Pangan.

Kabupaten Banyuwangi saat ini memiliki lima Brigade Pangan yang dibentuk pada tahun 2025 dan ditargetkan bertambah menjadi 16 Brigade Pangan pada tahun 2026. Brigade Pangan yang telah terbentuk menunjukkan perkembangan positif melalui pengelolaan lahan kolektif seluas sekitar lima hektare serta pemanfaatan alsintan secara bersama untuk meningkatkan efisiensi usaha tani.

Dalam sesi diskusi, para peserta mengemukakan berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, mulai dari konsolidasi lahan, penguatan komitmen petani muda, hingga pengembangan unit usaha Brigade Pangan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pelatihan tidak hanya berfokus pada aspek teknis budidaya, tetapi juga pada penguatan kemampuan komunikasi, pengorganisasian kelompok, dan manajemen usaha tani modern.

Koordinator Akademik Pelatihan sekaligus Widyaiswara BBPP Ketindan, Laila Nuzuliyah, menegaskan bahwa keberhasilan Brigade Pangan sangat ditentukan oleh tata kelola organisasi yang baik.

“Pengurus harus mampu membangun organisasi yang transparan, memiliki pembagian tugas yang jelas, serta menjalankan rencana usaha secara terukur. Kelembagaan yang kuat akan menjadi fondasi keberlanjutan Brigade Pangan,” jelasnya.

Melalui pelatihan ini, para penyuluh pendamping diharapkan semakin siap memperkuat kelembagaan, usaha, dan manajemen Brigade Pangan sehingga mampu menjadi penggerak modernisasi pertanian, meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas lahan, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan di Kabupaten Banyuwangi. Laila Nuzuliyah*

Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/06/07/penyuluh-banyuwangi-diperkuat-brigade-pangan-siap-dorong-modernisasi-pertanian/

Similar Post