Lamongan – Penguatan sumber daya manusia pertanian menjadi salah satu strategi utama Kementerian Pertanian dalam mempercepat modernisasi pertanian dan mewujudkan swasembada pangan nasional. Melalui peningkatan kapasitas petani, penyuluh, dan kelembagaan pertanian, pemerintah terus mendorong lahirnya pelaku utama pertanian yang profesional, adaptif terhadap teknologi, serta mampu meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya.
“Kunci mewujudkan swasembada pangan adalah sumber daya manusia yang unggul. Ketika petani menguasai teknologi, mampu berinovasi, dan saling berbagi pengetahuan, maka produktivitas akan meningkat dan pertanian Indonesia akan semakin maju,” ujar Mentan Amran.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) merupakan mitra strategis Kementerian Pertanian dalam mempercepat penyebarluasan inovasi sekaligus mencetak petani yang mandiri, profesional, dan berdaya saing.
“P4S menjadi ruang belajar bersama bagi petani. Melalui kolaborasi dan jejaring yang kuat, inovasi dapat lebih cepat diterapkan di lapangan sehingga mampu mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Sebagai implementasi kebijakan tersebut, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan selaku pembina P4S di Jawa Timur mendukung penyelenggaraan Pertemuan Triwulan Forum Komunikasi (FK) P4S ke-18 Tahun 2026 yang dilaksanakan di Gedung Olahraga (GOR) Lamongan, Rabu (1/7/2026).
Mengusung tema “Modernisasi Pertanian Berkelanjutan”, kegiatan ini dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, organisasi profesi pertanian, perguruan tinggi, penyuluh pertanian, serta pengurus P4S dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah, menegaskan bahwa modernisasi pertanian harus dimulai dari perubahan pola pikir dan penguatan kolaborasi antarpelaku pembangunan pertanian.
“Modernisasi pertanian bukan sekadar menghadirkan alat dan mesin pertanian yang canggih, tetapi juga membangun pola pikir yang terbuka terhadap inovasi dan perubahan. Perpaduan pengalaman petani senior dengan kemampuan adaptasi teknologi generasi muda merupakan kekuatan besar yang dimiliki P4S. Kolaborasi tersebut telah mendorong banyak P4S di Jawa Timur tumbuh mandiri melalui berbagai inovasi yang mereka kembangkan,” jelasnya.
Menurut Nurul, P4S memiliki peran strategis sebagai mitra Kementerian Pertanian dalam mempercepat diseminasi inovasi dan teknologi di tingkat petani. Oleh karena itu, forum komunikasi menjadi wadah penting untuk berbagi pengalaman, mencari solusi atas berbagai tantangan di lapangan, sekaligus memperkuat sinergi antar-pengelola P4S.
Keberhasilan tersebut tercermin dari konsistensi Forum Komunikasi P4S Jawa Timur yang hingga saat ini telah menyelenggarakan 18 kali pertemuan triwulan secara mandiri dan berkelanjutan. Jawa Timur bahkan menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang memiliki Forum Komunikasi P4S tingkat provinsi yang aktif dan rutin melaksanakan pertemuan.
Saat ini, terdapat 272 P4S yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Timur dan menjadi pusat pembelajaran bagi ribuan petani dalam mengembangkan inovasi dan praktik pertanian modern.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, Mohammad Nalikan, menyampaikan apresiasi atas konsistensi Forum Komunikasi P4S Jawa Timur dalam membangun budaya belajar antarpetani. Menurutnya, forum semacam ini menjadi sarana yang efektif untuk berbagi pengalaman sehingga keberhasilan maupun berbagai tantangan dalam penerapan inovasi pertanian dapat menjadi pembelajaran bersama dan mempercepat pembangunan pertanian daerah.
Melalui sinergi yang terus diperkuat antara pemerintah, penyuluh, akademisi, dan petani, P4S diharapkan semakin mampu berperan sebagai pusat pembelajaran, inovasi, dan regenerasi petani. Kolaborasi tersebut menjadi modal penting dalam mempercepat modernisasi pertanian sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan. Astutiningsih/ Humas BBPP Ketindan
Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/07/02/perkuat-kolaborasi-dan-modernisasi-pertanian-p4s-dukung-percepatan-swasembada-pangan/


