Pasuruan – Kementerian Pertanian terus memperkuat kompetensi sumber daya manusia pertanian sebagai bagian penting dalam mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas pertanian nasional. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui pelatihan yang memadukan pembelajaran dengan praktik langsung di lapangan.
Sebanyak 21 peserta Pelatihan Pengawas Benih Tanaman (PBT) Ahli mengikuti praktik kompetensi lapangan di Kebun Lebaksari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (22/9/2026).
Praktik yang berlangsung hingga 29 September 2026 ini menjadi bagian dari pembekalan peserta untuk memperkuat kemampuan dalam melaksanakan tugas pengawasan benih tanaman secara profesional.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan kunci dalam mewujudkan ketahanan pangan dan menghadapi tantangan pembangunan pertanian agar produktivitas serta kualitas hasil pertanian terus meningkat.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa penguatan kompetensi SDM menjadi bagian penting dalam meningkatkan produktivitas dan mempercepat modernisasi pertanian.
Melalui praktik lapangan, 21 orang peserta PBT berkesempatan mengintegrasikan pengetahuan yang diperoleh selama pembelajaran dengan kondisi nyata, khususnya dalam pengamatan pertanaman, proses produksi, hingga penanganan benih padi.
Pada hari pertama praktik, peserta diterima oleh Agus Suyitno dari CV Tani Bahagia selaku penangkar benih padi. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai rangkaian kegiatan perbenihan padi, mulai dari proses produksi hingga penanganan benih.
Dilanjutkan dengan Kepala Kebun Lebaksari, Yoga Suyitno, yang kemudian memberikan penjelasan mengenai proses processing dan packing benih. Peserta mempelajari tahapan penanganan benih setelah panen, termasuk pengolahan, pengemasan, serta persiapan benih sebelum dipasarkan maupun digunakan untuk kegiatan budidaya.
Praktik dilanjutkan dengan pengamatan tanaman padi di lapangan yang dipandu Agus Suyitno. Peserta melakukan pengamatan terhadap tanaman pada fase vegetatif dan generatif untuk mengenali kondisi pertanaman serta karakteristik tanaman pada setiap fase pertumbuhan.
Pengamatan tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan kompetensi PBT Ahli, karena kemampuan mengenali kondisi pertanaman secara tepat diperlukan dalam pelaksanaan pengawasan produksi benih di lapangan.
Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai proses pengeringan gabah, baik secara manual dengan memanfaatkan sinar matahari maupun menggunakan peralatan pengering. Melalui materi tersebut, peserta memahami tahapan pengeringan dan pentingnya penanganan yang tepat untuk menjaga kualitas gabah dan benih.
Pendamping dari BBPP Ketindan, Djoko Sumianto, menyampaikan bahwa praktik lapangan memberikan pengalaman penting bagi peserta untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama pembelajaran dengan situasi nyata.
“Pembekalan melalui praktik lapangan sangat diperlukan agar peserta tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu melihat dan menerapkan kompetensi pengawasan benih secara langsung di lapangan. Pengalaman praktik seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan peserta dalam melaksanakan tugas sebagai Pengawas Benih Tanaman Ahli,” jelasnya.
Praktik di Kebun Lebaksari menjadi kesempatan bagi peserta untuk memahami secara langsung rangkaian kegiatan perbenihan padi, mulai dari pengamatan pertanaman, proses produksi, pengeringan, processing, hingga packing benih. Dengan pembelajaran yang memadukan teori dan praktik, peserta diharapkan semakin siap menerapkan kompetensi pengawasan benih sesuai dengan tuntutan tugas di lapangan. Asep Koswara/ Djoko Sumianto*


