Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Perkuat Swasembada Pangan Berkelanjutan, UPT Kementan Gelar Sosialisasi Kepmentan No. 166 Tahun 2026

Najia
Mar 27, 2026

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan melaksanakan sosialisasi Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 166/Kpts/PW.020/M/02/2026 tentang Penanggung Jawab Provinsi dan Kabupaten/Kota pada Kegiatan Swasembada Pangan Berkelanjutan, Rabu (25/3/2026).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan sektor pertanian, mulai dari instansi pemerintah, mitra kerja, hingga stakeholder pertanian di wilayah Jawa Timur.

Kepala BBPP Ketindan dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kepmentan tersebut merupakan langkah strategis Kementerian Pertanian dalam memperkuat koordinasi, sinergi, serta pengawalan program pembangunan pertanian di daerah.

“Melalui kebijakan ini, pelaksanaan program swasembada pangan diharapkan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam implementasinya, BBPP Ketindan mendapat amanah sebagai penanggung jawab wilayah Kabupaten Madiun, Kota Malang, Kota Surabaya, dan Kota Batu. Peran ini mencakup penguatan koordinasi lintas sektor serta pengawalan program pembangunan pertanian agar berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi petani.

Selain sosialisasi kebijakan, kegiatan ini juga diisi dengan tausiah bertema “Membersihkan Hati, Menguatkan Ukhuwah, dan Menumbuhkan Semangat Pengabdian.” Tema tersebut menjadi penguat bahwa keberhasilan program strategis, termasuk swasembada pangan, tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis, tetapi juga integritas, kebersamaan, dan komitmen dalam pengabdian.

Nilai membersihkan hati menjadi dasar dalam membangun integritas aparatur, sementara penguatan ukhuwah menjadi fondasi dalam membangun sinergi lintas sektor. Adapun semangat pengabdian menjadi energi utama dalam menjalankan amanah pembangunan pertanian secara berkelanjutan.

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa swasembada pangan harus diwujudkan secara berkelanjutan dan adaptif terhadap berbagai tantangan.

“Swasembada pangan harus berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan iklim serta berbagai tantangan ke depan.” ujar Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa keberhasilan swasembada pangan berkelanjutan membutuhkan sinergi yang kuat serta sistem yang terintegrasi.

“Swasembada pangan berkelanjutan membutuhkan sinergi, kolaborasi, dan sistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.” kata Santi.

Sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi kebijakan tersebut, BBPP Ketindan juga terus mendorong inovasi, salah satunya melalui program ROTS (Rapim On The Spot) yang mengedepankan kegiatan langsung di lapangan guna meningkatkan kinerja, produktivitas, serta kolaborasi antarpegawai.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh pihak dapat memahami peran dan tanggung jawab masing-masing serta memperkuat sinergi dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

Similar Post