Bojonegoro – Penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pertanian terus dilakukan melalui kolaborasi antara dunia pendidikan vokasi dan pelaku utama pertanian. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Ustan Mandiri, Kabupaten Bojonegoro.
P4S Ustan Mandiri merupakan salah satu P4S binaan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan yang berperan sebagai mitra Kementerian Pertanian dalam pengembangan SDM pertanian melalui kegiatan pelatihan, permagangan, serta praktik kerja lapangan bagi generasi muda pertanian.
Sebanyak 10 siswa Program Keahlian Agribisnis Ternak Ruminansia mengikuti PKL selama enam bulan pada tahun 2026. Selama pelaksanaan PKL, para peserta mendapatkan pembelajaran berbasis kurikulum yang telah disepakati antara sekolah dan P4S, dengan mengombinasikan materi teori dan praktik lapangan.
Materi yang dipelajari meliputi manajemen pemeliharaan ternak sapi potong, budidaya hijauan pakan ternak, inovasi pakan ruminansia, pencegahan dan penanganan penyakit ternak, hingga pengolahan limbah peternakan menjadi pupuk organik yang dapat dimanfaatkan sebagai media tanam maupun pupuk tanaman.
Pada Sabtu (1/8/2026), lima siswa yang mendapat jadwal piket mempraktikkan pembuatan pakan tambahan berupa konsentrat sebagai alternatif pemenuhan nutrisi ternak saat musim kemarau. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran mengenai strategi penyediaan pakan berkualitas ketika ketersediaan hijauan mulai berkurang.
Ketua P4S Ustan Mandiri, Muhammad Ali, mengatakan bahwa pengalaman belajar di lapangan menjadi bekal penting bagi siswa untuk memahami pengelolaan usaha peternakan secara menyeluruh.
“Melalui PKL ini kami ingin siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat diterapkan di dunia kerja maupun saat berwirausaha. Mereka belajar bagaimana mengelola ternak, memanfaatkan potensi limbah pertanian menjadi pakan bernilai ekonomi, hingga mencari solusi terhadap tantangan penyediaan pakan pada musim kemarau,” ujarnya.
Di P4S Ustan Mandiri, pemberian pakan dilakukan dengan mengombinasikan hijauan dan konsentrat sebagai strategi menjaga performa dan kesehatan sapi potong selama musim kemarau. Konsentrat tersebut dibuat dari pemanfaatan limbah pertanian, seperti limbah jagung, tongkol jagung, kulit kacang, dedak, bungkil sawit, tetes tebu, garam, urea, dan mineral sehingga mampu menjadi sumber nutrisi alternatif ketika hijauan pakan terbatas.
Selain meningkatkan efisiensi usaha peternakan, inovasi tersebut juga mengajarkan pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal. Sementara itu, limbah peternakan diolah menjadi pupuk organik sehingga mendukung penerapan pertanian yang berkelanjutan.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pembangunan pertanian harus dimulai dari pembangunan manusianya. Menurutnya, SDM pertanian yang kompeten, adaptif, dan mampu berinovasi menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pertanian yang maju serta mendukung ketahanan pangan nasional.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, juga menegaskan bahwa penguatan kapasitas SDM pertanian harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemanfaatan P4S sebagai pusat pembelajaran bagi petani maupun generasi muda pertanian.
Melalui kegiatan PKL di P4S binaan BBPP Ketindan ini, diharapkan lahir lulusan SMK yang tidak hanya menguasai aspek teknis budidaya peternakan, tetapi juga memiliki kemampuan berinovasi, beradaptasi, dan siap menjadi pelaku pembangunan pertanian yang profesional. Humas BBPP Ketindan/P4S Ustan Mandiri
Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/08/01/praktek-kerja-lapang-di-p4s-kementan-siswa-smk-perkuat-kompetensi/


