Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Puluhan Alsintan Disalurkan, Brigade Pangan Sambas Siap Perkuat Produksi Pangan Nasional

Najia
Dec 31, 2025

Program Brigade Pangan (BP) yang menyasar generasi muda millennial dinilai menjadi pondasi kuat Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional. Program ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian modern dan berkelanjutan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menargetkan swasembada pangan dapat tercapai dalam empat tahun ke depan, tapi saat ini ditargetkan dapat dicapai dalam 1 tahun. Jika tidak ada aral merintang Indonesia bisa mewujudkan swasembada pangan dalam waktu dekat

Amran menegaskan, melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah) yang di dalamnya terdapat Brigade Pangan, pemerintah menjalankan upaya strategis untuk memenuhi kebutuhan pangan domestik sekaligus membuka peluang ekspor.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, menjelaskan bahwa pembentukan Brigade Pangan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga bertujuan menumbuhkan ekosistem pertanian modern secara menyeluruh. Mulai dari pengelolaan lahan, pemanfaatan teknologi, distribusi hasil, hingga penguatan kelembagaan ekonomi petani yang berkelanjutan.

Kabupaten Sambas, sebagai lumbung pangan Kalimantan Barat pada tahun 2025 menargetkan 10.000 Ha lahan Oplah dan 250 Ha cetak sawah rakyat. Dari target tersebut telah dibentuk sebanyak 48 Brigade Pangan, terdiri dari 46 Brigade Pangan Oplah dan 2 Brigade Pangan CSR.

Bupati Sambas, Satono, secara simbolis menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Brigade Pangan di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas. Sebanyak 81 unit alsintan pra dan pasca panen disalurkan, terdiri dari 41 unit traktor roda empat, 12 unit traktor roda dua, 12 unit rotavator, 11 unit drone, serta 5 unit power thresher.

Dalam kesempatan tersebut, Satono menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian beserta jajaran atas perhatian besar terhadap petani Sambas.

“Sambas adalah lumbung pangan Kalimantan Barat. Pemerintah sangat fokus membantu petani kami, sehingga patut kita haturkan terima kasih yang sedalam-dalamnya,” tuturnya.

Ia juga berpesan agar seluruh alsintan yang diberikan dapat dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Sementara itu, Penyuluh Pendamping Brigade Pangan, Darma Irawan, mengatakan bahwa Brigade Pangan di Sambas telah menerapkan pola pertanian modern secara menyeluruh.

“Modernisasi sudah diterapkan mulai dari olah tanah, persemaian, tanam, budidaya, hingga panen dan pascapanen dengan memanfaatkan alsintan modern,” ujarnya.

Menurut Darma, bantuan drone semprot yang diterima Brigade Pangan binaannya akan semakin mempermudah proses pemeliharaan tanaman secara lebih cepat dan efisien.

Dalam perkembangannya, petani Sambas tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan daerahnya sendiri, tetapi juga menopang kebutuhan pangan berbagai kabupaten/kota lain di Kalimantan Barat, sehingga memperkuat peran Sambas sebagai salah satu sentra pangan utama di wilayah tersebut.

Similar Post