Malang – Data hasil pengawasan dan pengujian benih tidak hanya menjadi bahan laporan, tetapi juga dapat diolah menjadi karya tulis ilmiah yang memberikan kontribusi bagi pengembangan sektor perbenihan. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam Pelatihan Fungsional Dasar Pengawas Benih Tanaman (PBT) Ahli yang berlangsung pada 19–21 September 2026 di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan.
Sebanyak 21 peserta dari Provinsi Bali dan Maluku mengikuti pembelajaran Teknik Penulisan Karya Tulis Ilmiah (KTI) sebagai bagian dari penguatan kompetensi calon PBT Ahli. Materi diarahkan untuk membekali peserta agar mampu mengolah data empiris hasil pengawasan benih, hasil pengujian lapangan, maupun temuan dan inovasi di bidang perbenihan menjadi tulisan ilmiah yang sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia pertanian yang mampu bekerja berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan data. Menurutnya, peningkatan kompetensi SDM menjadi bagian penting dalam mendorong transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern dan produktif.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mendorong pengembangan kompetensi aparatur pertanian agar tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga mampu menghasilkan pengetahuan dan inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi pembangunan pertanian.
Dalam pembelajaran ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai konsep dan struktur KTI, tetapi juga diajak mempraktikkan tahapan penyusunan tulisan. Mulai dari menentukan topik, menyusun kerangka tulisan, memilih metode analisis, hingga memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial (AI) secara tepat dalam proses penulisan.
Widyaiswara BBPP Ketindan, Saptini Mukti Rahajeng, yang mengampu materi tersebut, menjelaskan bahwa data hasil pelaksanaan tugas PBT memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi karya ilmiah.
“Data yang diperoleh dari lapangan sebenarnya memiliki banyak nilai untuk dikembangkan menjadi tulisan ilmiah. Yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi persoalan, mengolah data dengan metode yang tepat, kemudian menyajikannya secara sistematis agar dapat menjadi pengetahuan yang bermanfaat,” jelas Ajeng sapaan akrabnya . Latar belakang peserta dari Bali dan Maluku turut memperkaya proses pembelajaran melalui pertukaran pengalaman dan perspektif terkait kondisi perbenihan di wilayah masing-masing. Perbedaan karakteristik wilayah menjadi bahan untuk melihat berbagai persoalan lapangan yang dapat dikembangkan menjadi topik kajian dan tulisan ilmiah.
Melalui materi tersebut, peserta didorong untuk tidak berhenti pada fungsi teknis pengawasan, tetapi mampu mengidentifikasi persoalan, menganalisis data, dan mengomunikasikan hasilnya dalam bentuk tulisan ilmiah. Data yang selama ini tersimpan dalam laporan administratif diharapkan dapat dikembangkan menjadi informasi yang lebih bernilai dan dapat dimanfaatkan sebagai referensi bagi pengembangan perbenihan.
Publikasi ilmiah juga dapat menjadi sarana berbagi pengetahuan dengan pemangku kepentingan dan pelaku usaha perbenihan. Dengan demikian, pengalaman dan temuan di lapangan tidak berhenti sebagai dokumentasi, tetapi dapat menjadi bagian dari pengetahuan yang mendukung pengembangan sektor perbenihan berbasis data dan sains. Ajeng/ Humas BBPP Ketindan
Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/09/21/rangkai-data-menjadi-karya-tulis-ilmiah-pbt-didorong-perkuat-publikasi-sektor-perbenihan/


