Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Standarisasi Tata Kelola Jurnal Widyaiswara Indonesia Sebagai Rujukan Penelitian

Yeniartha
Mar 01, 2025

JAKARTA – Dewan Redaksi dan Mitra Bestari Jurnal Widyaiswara Indonesia mengikuti Workshop Standarisasi Tata Kelola Jurnal yang diselenggarakan di Gedung B Atmodarminto, Ruang B107, BPPK, (27/2/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya tata kelola yang baik dalam mengelola jurnal ilmiah bagi dewan redaksi maupun mitra bestari, baik dari segi standar akreditasi, proses editorial, hingga etika publikasi.

Workshop dilaksanakan secara hybrid dan dibuka secara resmi oleh Juniawan, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya standarisasi dalam tata kelola jurnal ilmiah. Menurutnya, dengan adanya standarisasi yang baik, jurnal ilmiah dapat semakin diakui dalam dunia akademik dan menjadi rujukan bagi para peneliti.

Dalam kegiatan ini, Relawan Jurnal Indonesia (RJI) hadir sebagai narasumber utama yaitu Asep Erlan Maulana dan Dwi Fajar Saputra. Para narasumber dari RJI memberikan pemaparan mengenai berbagai aspek tata kelola jurnal, mulai dari sistem manajemen jurnal elektronik (OJS), proses peer review yang berkualitas, hingga tata cara indeksasi jurnal ke dalam database internasional seperti Scopus dan DOAJ.

Peserta berasal dari berbagai institusi di Indonesia. Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, peserta diberikan kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan para ahli mengenai kendala yang dihadapi dalam pengelolaan jurnal masing-masing. Salah satu materi yang menarik perhatian adalah mengenai penerapan Open Journal System (OJS) versi terbaru. Narasumber menjelaskan secara rinci cara mengoptimalkan fitur-fitur OJS agar dapat mempermudah proses editorial dan meningkatkan transparansi dalam publikasi ilmiah.

Selain itu, dalam workshop ini juga dibahas strategi meningkatkan kualitas artikel yang diterbitkan, termasuk pentingnya menjaga orisinalitas tulisan, penerapan gaya selingkung yang sesuai, serta pentingnya memiliki dewan redaksi yang kompeten dalam bidangnya masing-masing. Etika publikasi dan manajemen konflik kepentingan juga mempunyai peranan penting dalam memastikan integritas dan kualitas jurnal ilmiah. Penerapan pedoman etika publikasi yang sesuai, mengungkapkan konflik kepentingan dengan transparan, dan memastikan proses editorial yang objektif adalah kunci untuk menghasilkan jurnal yang kredibel di dunia akademik.

“Standarisasi tata kelola jurnal ilmiah, seperti yang dilakukan dalam workshop ini, sangat penting untuk memastikan kualitas penelitian yang lebih baik. Dengan jurnal yang dikelola secara profesional, para akademisi dan peneliti, termasuk di sektor pertanian, dapat memiliki referensi yang lebih kredibel dan berkontribusi pada pembangunan ilmu pengetahuan di Indonesia”, ujar Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.

Kepala, BPPSDMP Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, mengatakan, bahwa “Pengelolaan jurnal yang baik tidak hanya penting bagi akademisi, tetapi juga bagi dunia pertanian. Dengan jurnal yang terstandarisasi, hasil riset dan inovasi di bidang pertanian dapat lebih mudah diakses dan diterapkan oleh para praktisi, sehingga berkontribusi pada pembangunan sektor pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan”.

Di akhir acara, peserta diberikan kesempatan untuk melakukan simulasi pengelolaan jurnal menggunakan sistem yang telah diperkenalkan. Simulasi ini membantu peserta untuk lebih memahami praktik langsung dari teori yang telah dipaparkan selama sesi workshop. Dewi Melani/ Rivana Agustin*

Diterbitkan di lajurpertanian.com dan megapolitannews.com

Similar Post