Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Rimpang Herbal Menjadi Sarana Pembelajaran dan Inovasi Pertanian UPT Kementan

Nadif
May 09, 2026

Malang – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan melaksanakan kegiatan panen rimpang temulawak dan temu ireng di screen house tanaman obat pada Kamis (7/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari optimalisasi pemanfaatan lahan pembelajaran sekaligus mendukung pengembangan tanaman herbal yang bernilai ekonomis dan bermanfaat bagi kesehatan masyarakat.

Panen tersebut juga dilaksanakan dalam rangka mendukung program ROTS (Rapim On The Spot) sebagai implementasi kegiatan nyata dan pembelajaran langsung di lapangan. Kegiatan diikuti oleh pengelola screen house bersama sejumlah pegawai BBPP Ketindan dengan suasana penuh semangat karena hasil budidaya yang dipanen menunjukkan pertumbuhan yang baik dan berkualitas.

Rimpang temulawak dan temu ireng yang dipanen telah memasuki usia panen optimal sehingga menghasilkan kualitas rimpang yang baik dengan ukuran maksimal. Proses budidaya dilakukan secara intensif mulai dari pemilihan bibit unggul, pemeliharaan tanaman, hingga pengendalian hama dan penyakit secara berkelanjutan.

Temulawak dikenal luas sebagai tanaman herbal yang memiliki berbagai manfaat, di antaranya membantu menjaga kesehatan hati, meningkatkan nafsu makan, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Sementara itu, temu ireng dimanfaatkan sebagai bahan herbal tradisional untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan dan kebugaran tubuh.

Kegiatan panen ini juga menjadi sarana pembelajaran praktik bagi pegawai BBPP Ketindan, khususnya dalam bidang budidaya tanaman obat. Melalui kegiatan tersebut, pegawai dapat memahami secara langsung teknik panen yang baik dan benar agar kualitas rimpang tetap terjaga setelah dipanen.

Selain sebagai media pembelajaran, pengembangan tanaman obat di screen house BBPP Ketindan diharapkan mampu menjadi contoh penerapan pertanian berkelanjutan berbasis herbal. Hasil panen temulawak dan temu ireng selanjutnya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan pembelajaran, pengembangan produk herbal, serta bahan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya tanaman obat keluarga. Upaya ini sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap pemanfaatan tanaman herbal lokal.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor pertanian harus terus didorong melalui inovasi dan pengembangan berbasis potensi lokal. Menurutnya, pertanian saat ini tidak hanya menjadi penyangga pangan, tetapi juga penggerak ekonomi nasional.

“Pertanian hari ini bukan hanya penyangga, tetapi menjadi penggerak utama ekonomi nasional,” ujar Mentan Amran dalam keterangannya di Jakarta.

Mentan Amran juga menekankan pentingnya inovasi dan hilirisasi dalam pengembangan sektor pertanian, termasuk komoditas herbal dan tanaman bernilai tambah lainnya.

“Peran aktif inovasi dan hilirisasi teknologi pertanian harus terus didorong untuk memperkuat sektor pertanian nasional,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia pertanian melalui pembelajaran aplikatif dan praktik langsung di lapangan guna mencetak SDM pertanian yang adaptif, profesional, dan berdaya saing.

Melalui kegiatan panen tanaman obat ini, BBPP Ketindan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan pertanian berbasis herbal, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperkuat pemanfaatan tanaman obat sebagai bagian dari pertanian masa depan yang berkelanjutan. Dukungan program ROTS diharapkan mampu memperkuat sinergi, inovasi, dan semangat kerja seluruh pegawai dalam mengembangkan pembelajaran pertanian yang aplikatif dan berdampak luas bagi masyarakat. Rivana Agustin

Diterbitkan di lajurpertanian.com dan megapolitannews.com

Similar Post