Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Tindak Lanjut Rapim On The Spot, UPT Kementan Gelar In House Training Pengelolaan Lahan

Yeniartha
Jan 20, 2026

MALANG – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan menyelenggarakan In House Training (IHT) Pengelolaan Lahan pada 19–20 Januari 2026 sebagai tindak lanjut (ROTS). Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi teknis sumber daya manusia (SDM) pertanian, khususnya pegawai internal BBPP Ketindan, agar semakin siap mendukung program strategis pembangunan pertanian nasional. Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah, menyampaikan bahwa pelaksanaan In House Training ini merupakan bentuk komitmen balai dalam menindaklanjuti kegiatan ROTS sekaligus memperkuat kapasitas SDM internal balai. “In House Training ini merupakan tindak lanjut dari Rapim On The Spot dan menjadi bagian dari upaya kami dalam meningkatkan kompetensi teknis SDM BBPP Ketindan,” ujar Nurul Qomariyah. Sejak awal Kepala BBPP Ketindan telah menegaskan, bahwa seluruh lahan BBPP Ketindan wajib produktif baik untuk tanaman pangan maupun tanaman obat sebagai sarana pelatihan pertanian yang layak untuk masyarakat dan meningkatkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), terbukti tahun 2025 BBPP Ketindan bisa meningkatkan PNBP dari Rp.362.294.361,00 ditahun 2024 menjadi Rp.422.525.452,00 melalui ROTS yang digagas oleh Kepala BBPP Ketindan. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari dengan materi yang bersifat aplikatif dan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Pada hari pertama, Senin (19/1/2026), kegiatan diawali dengan pengarahan In House Training oleh Kepala Bagian Umum BBPP Ketindan, Ema Ernawati. Selanjutnya, materi Pengolahan Tanah menggunakan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) serta Perbenihan disampaikan oleh Djoko Sumianto. Dan dilanjutkan dengan materi kedua tentang Perawatan Tanaman oleh Saerodji. Kedua pengajar merupakan widyaiswara pengampu budidaya tanaman di BBPP Ketindan.

Pada hari kedua, Selasa (20/1/2026), peserta menerima materi Pengelolaan Hama dan Penyakit Tanaman (HPT) yang disampaikan oleh Lutfi Tri Andriani selaku widyaiswara pengampu proteksi tanaman, dan materi kedua tentang Pupuk Organik yang disampaikan oleh Ali Sutopo, widyaiswara budidaya tanaman. Seluruh materi dirancang untuk memperkuat pemahaman pengelolaan lahan pertanian secara terpadu dan berkelanjutan. Sejalan dengan pelaksanaan kegiatan tersebut, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peningkatan kompetensi SDM pertanian merupakan faktor kunci dalam mendukung pembangunan pertanian nasional. “Kemajuan pertanian sangat bergantung pada kemampuan dan kompetensi sumber daya manusianya. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan dan pendidikan yang berkualitas harus terus diperkuat,” tegas Mentan Amran dalam berbagai kegiatan. In House Training Pengelolaan Lahan ini merupakan tindak lanjut arahan Ka Balai dalam ROTS dimana masing-masing personel yang sudah terbagi dalam tim diharapkan lebih meningkat kemampuannya dalam pengelolaan lahan sehingga memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan PNBP dari sektor hasil lahan. Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa penguatan kompetensi SDM menjadi fokus utama BPPSDMP dalam mendukung transformasi sektor pertanian. “Peningkatan kompetensi SDM pertanian menjadi fokus BPPSDMP agar aparatur dan pelaku pertanian memiliki kemampuan teknis yang mumpuni dan mampu menjawab tantangan pertanian ke depan,” ujar Idha Widi Arsanti. Kegiatan In House Training Pengelolaan Lahan ini ditutup oleh Kepala Bagian Umum BBPP Ketindan pada Selasa, (20/1/2026). Penutupan kegiatan menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan sekaligus penguatan komitmen peserta untuk mengimplementasikan materi yang telah diperoleh dalam pelaksanaan tugas dan fungsi balai. Selain itu Peningkatan kompetensi SDM diharapkan mampu memperkuat kinerja balai, meningkatkan kualitas layanan pelatihan dan pendampingan, serta mendukung pelaksanaan program strategis kementerian pertanian.

Similar Post