Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Surplus Beras Tertinggi, Sambas Bidik Ekspor ke Malaysia

Yeniartha
Apr 10, 2026

Sambas - Kabupaten Sambas kembali mencatat kinerja gemilang sebagai salah satu lumbung padi utama di Kalimantan Barat dengan surplus beras mencapai 62.251 ton pada 2025. Capaian ini didorong tren peningkatan produksi selama tiga tahun terakhir, dari 104.955 ton pada 2023 menjadi 115.498 ton pada 2024, dan meningkat lagi menjadi 121.573 ton pada 2025.

Di sisi lain, konsumsi beras relatif stabil di kisaran 68–69 ribu ton pada 2023–2024, sebelum turun menjadi 59.321 ton pada 2025. Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan produksi berjalan seiring dengan efisiensi konsumsi masyarakat.

Lonjakan produksi dan terkendalinya konsumsi mendorong surplus beras meningkat signifikan, dari 36.636 ton pada 2023 menjadi 45.619 ton pada 2024, hingga mencapai 62.251 ton pada 2025. Surplus ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga membuka peluang ekspor ke negara tetangga, khususnya Malaysia.

Bupati Sambas, Satono, menyatakan sektor pertanian di wilayahnya terus menunjukkan tren positif, terutama pada komoditas beras sebagai pangan utama.

“Sambas tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai daerah pemasok beras,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Ia menambahkan, letak geografis Sambas yang berbatasan langsung dengan Malaysia menjadi keunggulan strategis dalam mendukung distribusi pangan lintas negara sekaligus memperkuat peran kawasan perbatasan dalam ketahanan pangan regional.

Peluang ekspor tersebut turut menarik perhatian Pemerintah Sarawak. Menteri Industri Makanan, Komoditas, dan Pembangunan Wilayah Sarawak, Stephen Rundi Anak Utom, menyatakan minat untuk menjalin kerja sama dengan Kabupaten Sambas.

Ia mengungkapkan kesiapan untuk mengimpor hingga 1 juta metrik ton gabah per tahun dari petani setempat. Ketertarikan tersebut semakin kuat setelah meninjau langsung panen padi di lahan Brigade Pangan di Desa Sabaran, Kecamatan Jawai Selatan, yang dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan kerja sama lintas negara.

Dukungan peningkatan produksi juga datang dari pemerintah pusat. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa penguatan produksi dalam negeri menjadi kunci menjaga ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

“Kalau pangan tidak kita kuasai, negara bisa ditekan. Tapi hari ini kita buktikan, produksi naik dan Indonesia semakin kuat,” tegasnya.

Ia menambahkan, peningkatan produksi dilakukan melalui berbagai strategi, seperti optimalisasi lahan, penguatan cadangan pangan, serta pengurangan ketergantungan impor guna menjaga kedaulatan pangan nasional.

Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.

“Swasembada pangan tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus melalui sinergi dari hulu hingga hilir, termasuk peran penyuluh dan Brigade Pangan di lapangan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran penyuluh dalam mendampingi petani, meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT), serta mendorong pemanfaatan teknologi pertanian modern guna meningkatkan produktivitas.

Dengan capaian surplus yang terus meningkat serta dukungan lintas sektor, Sambas kian mengukuhkan posisinya tidak hanya sebagai lumbung pangan daerah, tetapi juga sebagai calon pemain penting dalam rantai pasok beras di tingkat regional.

(*Dharma Irawan/ Laila Nuzuliyah Terbit di : https://megapolitannews.com/2026/04/10/surplus-beras-tertinggi-sambas-bidik-ekspor-ke-malaysia/

Similar Post