MEMBANGUN INTEGRITAS BERSIH, BEBAS PUNGLI DAN MERUBAH CARA KERJA MELALUI REVOLUSI MENTAL

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan sebagai UPT dibawah lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian belum lama ini peringkat ke-2 sebagai UPT Kelembagaan Pelatihan dan juara ke-1 keterbukaan informasi publik lingkup UPT se-Kementan. Untuk lebih membangun karakter dan integritas, BBPP Ketindan untuk kali ke-6 mengadakan acara “Capacity Building” Satuan Pelaksana (Satlak) Pengendalian Internal (PI).

            Kegiatan Capacity Building kali ini dimaksudkan untuk membangun integritas pelayanan bersih, bebas pungli serta merubaha cara kerja dan berpikir melalui revolusi mental. Seperti yang disampaikan Auditor Senior Investigasi Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian, Dr. Heni Nugraha, bahwa Kementan telah melakukan berbagai upaya untuk menangani pungli melalui UPG, WBS, Pelaporan, SMS Center, MoU, budaya anti korupsi, lingkungan pengendalian dan apresiasi.

            Untuk membangun manusia integritas  menuju lumbung pangan dunia dibutuhkan totalitas dan semangat Prtani yaitu beribadah, bekerja, belajar, berkarya dan berbagi dalam program dan pelayanan pertanian. Dengan demikian diharapkan bisa mengendalikan pungli di lapangan untuk swasembada pangan yang telah ditentukan bisa tercapai.

            Bekerja bukan hanya dibutuhkan profesional, tetapi harus dilandasi dengn integritas dan pro aktif. Bahkan menurut Presiden RI Joko Widodo, untuk lebih memperkokoh kedaulatan dan meningkatkan daya saing dan mempererat persatuan bangsa Indoenasi memerlukan Revolusi Mental. Menurut Jokowi, revolusi mental meruapak perubahan yang mendasar pada pola pikir, sikap, kejiwaan, mentalitas dan perilaku, serta kebiasaan dan karakter.

            Dr. Winni Dian Wibawa, selaku mantan Kepala Badan PPSDMP yang sekarang menjadi widyaiswara di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi, menyampaikan dalam materinya, bahwa revolusi mental adalah melakukan perubahan cara pikir, cara kerja dan cara hidup untuk membangun karakter integritas, etos kerja dan gotong royong. Secara nasional revolusi mental untuk mewujudkan tujuan bernegara, Indonesia yang berdaulat, berdikari dan berkepribadian. Mental manusia memang cenderung berbeda-beda tinggal bagaimana manusia merubahnya menjadi leteladanan dan kepemimpinan pada diri sendiri, seperti sikap, perilaku, mindset, membangun kesadaran optimistik baik individu maupun kolektif.

            Kegiatan capacity building ini dilanjutkan dengan outbond sebagai media untuk menambah keakraban dan saling mengenal, tidak ada jarak satu dengan yang lain, menanggalkan jabatan dan status sosial, serta membangun kerjasama yang baik. Seperti yang disampaikan oleh Djajadi Gunawan selaku Kepala BBPP Ketindan, bahwa dengan bekerjasama semua program dapat diselesaikan dengan baik karena dilakukan dalam sebuah tim yang solid, dengan menghilangkan ego sesama.

            Keberhasilan dalam penyelenggaraan capacity building ini diiringi dengan tercapainya komitmen bersama dari seluruh staf dan karyawan BBPP Ketindan: menjaga kejujuran, menjaga etika, bekerja ikhlas, meningkatkan integritas, profesional, meningkatkan koordinasi, menjaga kebersamaan dan meningkatkan kepedulian antar sesama. (yeni)

Bagikan Artikel :