PENYULUHAN TENTANG MICESSLA

Kontributor dan Sumber: Reni Puspita Sari

Dalam rangka mewujudkan pertanian organik  yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, Penyuluh Pertanian Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Situbondo, Jawa Timur Reni Puspita Sari bersama dengan Ketua Gapoktan Sumber Jaya, Karsumo dan Ketua Kelompok Tani Sumber Urip Desa Ketowan Kecamatan Arjasa, Saiful Bahri melaksanakan kegiatan penyuluhan swadaya tentang pestisida nabati Micessla dan cara pembuatannya. Kegiatan ini dihadiri oleh pelaku utama, pelaku usaha, tokoh masyarakat, petani dewasa, pemuda tani dan instansi terkait sejumlah 20 orang.
Formulasi pestisida nabati Micessla merupakan hasil kajian dari departemen proteksi tanaman Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan yang telah diajarkan kepada peserta pelatihan, salah satunya adalah Reni Puspita Sari bersama rekan penyuluh dari Kabupaten Situbondo yang telah mempelajari pengolahan tanaman obat sebagai pestisida nabati. Bahan-bahan pembuatan pestisida nabati banyak dijumpai di lingkungan sekitar seperti halnya di Desa Ketowan Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo sebagai lokasi penyuluhan swadaya. Tetapi rupanya  tidak banyak petani yang tahu dan mampu untuk memanfaatkannya sebagai bahan alternatif pestisida alami. Bahkan sebagian petani masih tergantung dengan pestisida kimia yang dapat merusak lingkungan. Oleh karena itu, melalui kegiatan penyuluhan ini diharapkan pengetahuan dan keterampilan pelaku utama mengalami peningkatan terutama pada pemanfaatan pestisida nabati.
Penyuluhan yang dilaksanakan dengan metode demonstrasi ini, mengajak sasaran penyuluhan untuk tidak hanya mengetahui tentang apa itu Micessla dan manfaatnya bagi usaha tani, namun mereka juga dapat membuat langsung pestisida nabati ini dan selanjutnya dapat mengaplikasikannya ke lahan masing-masing. Tujuan jangka menengahnya, agar pelaku utama dapat membuat Micessla secara mandiri dan terbiasa mengaplikasikannya ke lahan. Hal ini tentu harapannya agar mereka tidak lagi tergantung pada pestisida kimia dan dapat secara optimal serta bijaksana memanfaatkan sumber daya yang ada. Sedangkan tujuan jangka panjangnya untuk optimalisasi kelembagaan kelompok tani melalui pengembangan usaha kelompok dengan memproduksi pestisida nabati.
Kegiatan penyuluhan swadaya kepada pelaku utama ini sangat diapresiasi oleh Kepala BBPP Ketindan, Kresno Suharto. Bahwa alumni dari BBPP Ketindan mampu berperan aktif memajukan petani binaannya dan mengaplikasikan transfer ilmunya dengan baik kepada petani maupun kepada masyarakat sekitar.

 

Bagikan Artikel :