Perluas Budidaya Kopi Arabica Setelah Sukses Dengan Robusta Yang Mendunia

Wilayah Dampit,  Kabupaten Malang, merupakan  daerah yang sudah sejak lama terkenal sebagai penghasil kopi unggulan, khususnya kopi varietas Robusta.  Cita rasa kopi Dampit telah menyihir pecinta kopi sampai Eropa. Bahkan kedutaan besar dan pengusaha dari Rusia pernah bertandang ke Dampit, melihat secara langsung asal kopi yang mereka reguk setiap hari di Rusia.

Potensi besar kopi Dampit inilah yang kini semakin diperkuat oleh Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang sebagai leading sector perkebunan. Baik mengenai pengolahan produksi sampai pada  memfasilitasi penyediaan bibit unggul, pendampingan di sektor budidaya (on farm) hingga pasca-panen (off farm). Dukungan penuh DTPHP Kabupaten Malang selain didasarkan daerah Dampit sebagai wilayah  penghasil kopi unggulan khususnya kopi varietas Robusta, juga pada persoalan daya saing untuk meningkatkan laju produksinya yang selama 20 tahun terakhir relatif konstan berada di kisaran 1.000-1.200 kg/ha/tahun.

BPP Karang Ploso dan KUD Karlos di Kecamatan Dampit sebagai bagian dari wilayah budidaya kopi Robusta berkomitmen untuk mengembangkan kopi Arabica di lereng Gunung Arjuna, karena sangat berpotensi untuk perluasan tanaman kopi Arabica. Salah satunya dengan melakukan kerjasama dengan Perhutani di Dampit. Langkah ini adalah usaha memperluas budidaya kopi Arabica setelah Robusta yang telah mendunia.

Pada kesempatan itu Jajang selaku penyuluh pertanian dan beberapa penyuluh di BPP Karang Ploso beserta Asep Koswara selaku widyaiswara departemen sosek dari BBPP Ketindan,  serta Arif Wicaksono yang juga sebagai praktisi diminta untuk berbagi tentang pengelolaan kebun kopi yang dilaksanakan sesuai GAP dan GMP. Selain itu pada kesempatan itu juga dilaksanakan uji coba alat pemanen kopi dari Brazil.

Dalam pertemuan yang dilaksanakan bersama untuk membahas perluasan budidaya kopi Arabica yang perlu diperbaiki adalah peningkatan SDM petani melalui pelatihan GAP dan.GMP, menentukan.varietas Arabica yang ideal dengan ketinggian dan iklim setempat  serta pola tanam yang menyesuaikan kondisi iklim dan tanah.

Bagikan Artikel :