STUDY BANDING STIE MALANG KUCECWARA ISO 9001:2015

TIM ISO STIE Malangkucekwara Malang melakukan study banding ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan terkait persiapan Transisi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 menjadi ISO 9001 : 2015.  Hasil study banding ini akan menjadi bahan masukan bagi ISO STIE Malangkucekwara dalam mempersiapkan penerapan ISO 9001 : 2015.Lima Pejabat ISO STIE Malangkucekwara yang dipimpin ketua rombongan Dr. Gatot Sujono, MA selaku Management Representativie (MR) ISO STIE Malangkucekwara diterima Kepala Bagian Umum, Kabid Penyelenggara Diklat dan MR di BBPP Ketindan, Jalan Ketindan No.01 , Lawang, Malang, pada hari Jum’at, tanggal 26 Mei 2017.

Dalam Paparannya Nurul Qomariyah selaku MR menjelaskan bahwa ISO pertama kali diterapkan di BBPP Ketindan pada Tahun 2010 yaitu 9001 : 2008. Seiring dengan tuntutan zaman dan kebutuhan balai pada Tahun 2015 Kepala Balai selaku Top Management meminta kepada MR dan Tim ISO untuk mempersiapkan korversi ISO 9001 : 2008 Menjadi ISO 9001 : 2015. Selama kurun waktu 2015 – 2016 beberapa persiapan dilakukan :

1.Sosialisasi

Sosialisasi yang dilakukan diantaranya adalah sosialisasi perbedaan antara ISO 9001 : 2008 dengan ISO 9001 : 2015, salah satu perbedaannya topik dan jumlah klausul pada kedua versi tersebut yaitu ISO 9001:2008 memiliki 8 klausul sedangkan ISO 9001:2015 memiliki 10 klausul terdiri dari :

ISO 9001 : 2008

ISO 9001 : 2015

  1. Scope
  1. Scope
  1. Normative references
  1. Normative references
  1. Terms and definitions
  1. Terms and definitions
  1. Quality Management System
  1. Context of the Organization
  1. Management Responsibility
  1. Leadership
  1. Resource Management
  1. Planning
  1. Product Realization
  1. Support
  1. Measurement, analysis and improvement
  1. Operation

 

  1. Performance Evaluation

 

  1. Improvement

 

  1. Review Perubahan Dokumen
  1. Manual Mutu  yaitu adanya dokumen lampiran pada klausul 4  Context of the Organization dan Klausul 5 Leadership, karena setiap tahun dimungkinkan ada perubahan.
  2. SOP yaitu adanya pengurangan SOP yang dirasa tidak diperlukan, misalnya pada bagian perlengkapan dan Instalasi, Juga adanya penambahan SOP karena dirasa perlu ditambah, misal pada bagian evaluasi dan pelaporan yang pada.
  3. Catatan Mutu yang dirasa saat ini belum ada perubahan pada catatan mutu
  4. Form yang saat ini belum perlu untuk melakukan perubahan pada ISO 9001 : 2008 dirasa masih bisa dipakai untuk ISO 9001 : 2015

3. Pelatihan Audit Internal

Tujuan diselenggarakannya pelatihan ini antara lain memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan mengenai audit internal dalam manajemen mutu berbasis ISO 9001: 2015, melatih peserta untuk dapat melaksanakan kegiatan audit internal, dan membentuk tim audit internal untuk manajemen mutu berbasis ISO 9001: 2015.

Audit internal adalah siklus berulang yang dimulai dari perencanaan audit yang meliputi pembuatan Pelatihan Audit, Pembentukan Tim Audit Internal, Pembuatan Audit KIT untuk Auditor (Pembuatan Cek List Audit), Pembuatan Jadwal Audit sampai dengan pemberitahuan Pelaksanaan Internal Audit, selanjutnya Pelaksanaan Audit yang meliputi Opening Meeting, Pelaksanaan Audit, Interview, Observasi, Review Dokumen, sampai dengan Closing Meeting siklus selanjutnya adalah Pelaporan Audit yang meliputi penulisan laporan (PLOR), Grading Ketidaksesuaian, Root Cause Analisys sampai Corrective Action/Preventive Action Plan. Tindak Lanjut Audit dimulai dari Verivikasi Audit sampai dengan Laporan Hasil Audit untuk pimpinan teratas organisasi dan kembali lagi ke perencanaan audit

audit internal dilaksanakan sebelum  Rapat Tinjauaan Manajemen (RTM). Sejak Tahun 2016 ISO 9001 : 2015 mulai diterapkan dan pada bulan Oktober dilakukan audit External dalam rangka Re-certificate ISO 9001 : 2015.

Sebelum acara berakhir TIM ISO STIE Malangkucekwara, mengungkapkan bahwa study banding dilakukan karena pihaknya menganggap  ISO di BBPP Ketindan lebih maju dibandingkan ISO di STIE karena lebih dulu menerapkan ISO 9001 : 2015. meskipun BBPP Ketindan dan STIE bergerak dalam  bidang bisnis yang berbeda, TIM ISO STIE berharap hasil studi banding tersebut bisa menjadi bahan masukan untuk peralihan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2008 menjadi ISO 9001:2015.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagikan Artikel :