Jember – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat peran Brigade Pangan sebagai motor penggerak pertanian modern dalam mendukung percepatan swasembada pangan berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan kapasitas penyuluh pertanian sebagai pendamping utama petani dan pengawal pengembangan Brigade Pangan di lapangan.
Melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Kementan menyelenggarakan Pelatihan Teknis Penyuluh Pertanian Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan yang diikuti oleh 50 penyuluh pertanian Kabupaten Jember. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi penyuluh dalam mendampingi petani, memperkuat kelembagaan Brigade Pangan, serta mempercepat adopsi teknologi pertanian modern guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Brigade Pangan merupakan salah satu strategi penting dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.
“Brigade Pangan adalah harapan besar bagi pertanian Indonesia ke depan. Kita ingin menciptakan pertanian yang modern, produktif, dan mampu menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional,” ujar Amran.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa keberhasilan Brigade Pangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga pada kualitas pendampingan yang diberikan penyuluh pertanian.
“Penyuluh harus hadir sebagai pendamping, fasilitator, sekaligus penggerak di lapangan. Penguatan kapasitas penyuluh menjadi kunci agar Brigade Pangan mampu berkembang sebagai kelembagaan petani yang modern, produktif, dan berkelanjutan,” kata Arsanti.
Kabupaten Jember menjadi salah satu daerah prioritas dalam pengembangan Brigade Pangan. Hingga saat ini, telah terbentuk 23 Brigade Pangan yang berperan dalam pengelolaan usaha tani modern, peningkatan produktivitas, serta penguatan kelembagaan petani di berbagai wilayah.
Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah BPPSDMP, BBPP Ketindan memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dalam pelatihan ini, peserta dibekali berbagai materi yang mendukung pelaksanaan tugas pendampingan di lapangan.
Materi yang diberikan meliputi penerapan teknologi pertanian modern, manajemen pengelolaan Brigade Pangan, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), serta digitalisasi penyuluhan dan sistem informasi pertanian. Peserta juga memperoleh kesempatan praktik penggunaan teknologi pertanian modern yang dapat diterapkan untuk mendukung percepatan tanam dan peningkatan produktivitas usaha tani.
Pelatihan berlangsung interaktif melalui diskusi dan berbagi pengalaman terkait berbagai tantangan yang dihadapi penyuluh dalam mendampingi Brigade Pangan, mulai dari penguatan kelembagaan petani, pengelolaan usaha tani, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan penyuluhan.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Jember, Moh. Djamil saat di mintai keterangan Sabtu, (6/6/2026) mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian melalui BBPP Ketindan dalam meningkatkan kapasitas penyuluh pertanian di daerah.
Menurutnya, penyuluh merupakan ujung tombak pembangunan pertanian yang berperan penting dalam mengawal berbagai program strategis pemerintah, termasuk pengembangan Brigade Pangan dan percepatan swasembada pangan.
Melalui peningkatan kapasitas penyuluh dan penguatan Brigade Pangan, diharapkan produktivitas pertanian di Kabupaten Jember terus meningkat, kelembagaan petani semakin kuat, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan petani. Lutfi Tri Andriani*
Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/06/07/23-brigade-pangan-di-jember-diperkuat-kementan-latih-50-penyuluh-pertanian/


