Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

28 Operator Alsintan Lulus Kompeten, SDM Pertanian Makin Kuat

Yeniartha
Apr 10, 2026

MALANG – Komitmen peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian kembali ditegaskan melalui kegiatan Sertifikasi Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian dengan skema Operator Alsintan Pra Panen Angkatan II. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan pada 7–9 April 2026.

Sebanyak 28 peserta dari 11 kabupaten di Jawa Timur mengikuti kegiatan ini, yang secara resmi ditutup oleh Kepala BBPP Ketindan, Nurul Qomariyah, Kamis (9/4/2026).

Para peserta berasal dari berbagai daerah, di antaranya Jember, Situbondo, Lumajang, Magetan, Madiun, Bangkalan, Banyuwangi, Nganjuk, Pamekasan, Sampang, dan Jombang.

Pelaksanaan sertifikasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari Ketua Kelompok Substansi, Ketua Tim Kerja, pejabat fungsional, asesor, hingga perwakilan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Kementerian Pertanian. Prosesnya dilakukan secara komprehensif melalui tahapan administrasi, pra-asesmen, uji kompetensi, hingga evaluasi akhir.

Koordinator asesor, Iskandar Zulkarnaen, melaporkan bahwa seluruh peserta dinyatakan “kompeten”. Capaian ini menunjukkan bahwa para operator alsintan yang tergabung dalam Brigade Pangan telah memenuhi standar kompetensi kerja yang ditetapkan.

Dalam sambutannya, Nurul Qomariyah menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tersebut, sekaligus mengingatkan bahwa sertifikasi bukanlah akhir dari proses pembelajaran.

“Selamat kepada seluruh peserta yang telah dinyatakan kompeten. Namun jangan berpuas diri, karena tantangan ke depan semakin dinamis. Kompetensi harus terus ditingkatkan agar mampu menjawab kebutuhan pertanian modern,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan kompetensi di lapangan. Para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, menjaga integritas, serta terus mengembangkan kapasitas diri guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian di daerah masing-masing.

Keberadaan Brigade Pangan dinilai memiliki peran strategis dalam percepatan modernisasi pertanian, khususnya melalui optimalisasi penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang terus berkembang.

Sejalan dengan itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa peningkatan kompetensi SDM merupakan kunci utama dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

“Transformasi pertanian harus dimulai dari penguatan SDM. Kita membutuhkan tenaga yang terampil, adaptif terhadap teknologi, dan memiliki standar kompetensi yang jelas agar produktivitas terus meningkat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pemanfaatan alsintan secara optimal hanya dapat dicapai jika didukung oleh operator yang profesional dan tersertifikasi, sehingga efisiensi serta hasil produksi dapat meningkat secara signifikan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan bagian penting dalam strategi pembangunan SDM pertanian berkelanjutan.

“Kami terus mendorong penguatan SDM melalui pelatihan dan sertifikasi berbasis kompetensi. Ini bukan hanya tentang pengakuan formal, tetapi memastikan SDM pertanian benar-benar siap menghadapi tantangan dan perkembangan teknologi,” jelasnya.

Menurutnya, keberhasilan seluruh peserta meraih predikat kompeten menunjukkan bahwa program pengembangan SDM yang dijalankan telah berada pada jalur yang tepat serta memberikan dampak nyata di lapangan.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, para operator alsintan yang telah tersertifikasi diharapkan mampu menjadi agen perubahan di wilayah masing-masing serta berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. (*Humas BBPP Ketindan

Terbit di : https://megapolitannews.com/2026/04/10/28-operator-alsintan-lulus-kompeten-sdm-pertanian-makin-kuat/

Similar Post