Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

BBPP Ketindan Panen Buah Melon Hasil Teknologi AI

Yeniartha
Feb 24, 2025

Tugusatu.com- Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Malang, Jawa Timur, panen perdana buah melon kualitas premium. Buah melon itu untuk memenuhi kebutuhan supermarket, hotel, restoran dan konsumen dari Korea.

Panen buah melon sejak Jumat (21/2) tersebut usaha taninya menerapkan teknologi low cost smart farming. Momentum panen dinilai pas karena bertepatan dengan menjelang Ramadan dan permintaan meningkat dari konsumen Korea.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyatakan peluncuran panen perdana buah melon ini setelah wakil menteri pertanian mengunjungi BBPP Ketindan beberapa waktu lalu.

Setelah itu, Dirjen Hortikultura membangun smart greenhouse berteknologi low cost smart farming senilai Rp247,658 juta seluas 385 meter persegi bersumber dari APBN 2024. Investasi itu bisa balik modal sekitar 2 tahun sampai 4 tahun.

“Teknologi ini meningkatkan pendapatan dengan ROI (Return on Investment) mencapai 112% karena harga jual buah melon bisa mencapai Rp25 ribu per kg hingga Rp35 ribu per kg. Pasarnya supermarket dan konsumen dari Korea atau bergantung seberapa mahal buah bisa dijual,” tegasnya.

Sebanyak 840 tanaman buah melon yang benihnya disemai sejak November 2024, kini panen dengan hasil melimpah. Panen perdana sebanyak 363 pohon dengan hasil 586 kg, rata-rata 1,62 kg per buah. Adapun varietas buah melon, yaitu sweet lavender, the blues, talent, dan D25. Rasa buahnya pun istimewa memadukan segar dominan manis menunjukkan berkualitas ekspor.

“Ini kualitas buah yang bagus. Varietas ini tidak menggunakan pestisida dan tanpa hama penyakit karena perawatannya menerapkan teknologi (ramah lingkungan),” katanya.

Penerapan teknologi canggih smart farming ini bisa meningkatkan produksi hortikultura lantaran memanfaatkan Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI). Dengan demikian, petani dari berbagai lapisan dapat mengakses teknologi yang lebih sederhana dan biaya terjangkau.

Dalam satu tempat di smart greenhouse, petani bisa memantau tanaman kapan pun karena dilengkapi dengan perangkat sistem kontrol nutrisi, pompa air dan kipas angin yang semuanya berfungsi secara otomatis. Sistem kecerdasan buatan tersebut memanfaatkan panel tenaga Surya.

“Smart greenhouse ini tidak ada masalah dengan iklim, cuaca dan penyakit karena semuanya terkontrol,” ujarnya.

Diterbitkan di tugusatu.com

Similar Post