Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Pelaksanaan Ketahanan Pangan, Kementan Dorong Penggunaan Teknologi Smart Farming

Yeniartha
Feb 23, 2025

JATIMKINI.COM, Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong petani untuk menggunakan smart farming untuk mempercepat realisasi dari program ketahanan pangan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan dalam menghadapi tantangan global, pemerintah terus mengoptimalkan penerapan teknologi smart farming guna meningkatkan produktivitas pertanian dan efisiensi sumber daya untuk ketahanan pangan.

Dengan mengintegrasikan teknologi digital dalam proses pertanian, Indonesia berupaya mewujudkan sistem pangan yang lebih tangguh dan berkelanjutan,” katanya dalam keterangan resminya, Minggu (23/2/2025).

Salah satu langkah konkretnya, kata dia, penerapan low cost smart farming yang dapat diakses oleh petani dari berbagai lapisan, sekaligus diperkuat dengan pendirian Inkubator Agribisnis di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Malang.

Menurutnya, transformasi pertanian berbasis teknologi menjadi salah satu prioritas utama dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Smart farming memungkinkan petani untuk mengelola lahan secara lebih presisi, meningkatkan hasil panen, serta mengurangi dampak perubahan iklim. Dengan penerapan teknologi ini, kita bisa memastikan produksi pangan yang lebih stabil dan berdaya saing,” ujar Amran.

Selain itu, dia menegaskan, sebagai bentuk transformasi dan upaya lembaga pelatihan dalam menghasilkan regenerasi petani-petani muda terampil di bidang pertanian yang memiliki semangat wirausaha atau socioagripreneur.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti membuka secara langsung pelatihan Short Term Low Cost Smart Farming dan penutupan pelatihan formulator pangan (ruminasia) bagi Napiter, yang dihadiri oleh 350 peserta di Aula Mahkota Dewa Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Jumat (21/2/2025), mengatakan dengan penerapan teknologi cerdas dalam pertanian, diharapkan para petani dapat mengoptimalkan hasil panen, mengurangi kerugian akibat faktor cuaca, serta memanfaatkan sumber daya alam secara lebih efisien.

“Sudah saatnya petani Indonesia maju di bidang pertanian melalui adopsi teknologi melalui smart farming yang mengedepankan teknologi pertanian yang dapat mempermudah kegiatan usaha tani,” ucapnya.

Dia menambahkan, dengan pendekatan low-cost smart farming, petani dapat memanfaatkan teknologi modern tanpa perlu khawatir dengan biaya yang tinggi sehingga membantu meningkatkan efisiensi, mengurangi kerugian, dan pada akhirnya berkontribusi pada pencapaian ketahanan pangan dan swasembada pangan yang lebih baik.

Penerapan smart farming tidak hanya mencakup teknologi canggih seperti Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI), tetapi juga teknologi yang lebih sederhana dan biaya yang bisa ditekan, seperti sistem pemantauan berbasis sensor dan sistem kontrol nutrisi otomatis.

Salah satu implementasi yang sukses dijalankan saat ini adalah Smart Greenhouse yang dikembangkan di BBPP Ketindan dengan menggunakan sistem low-cost smart farming untuk meningkatkan produksi hortikultura.

Dalam rangka mendukung keberlanjutan inovasi ini, BBPP Ketindan juga meresmikan pusat layanan Inkubator Agribisnis sebagai bentuk transformasi dan upaya regenerasi petani muda yang memiliki semangat wirausaha atau socioagripreneur.

Inkubator agribisnis ini bertujuan untuk mencetak wirausahawan agribisnis yang mampu menjadi pelopor dan penggerak pembangunan pertanian di wilayahnya. Program ini memberikan layanan konsultasi dan fasilitasi pembelajaran usaha bagi petani serta pelaku usaha yang membutuhkan pendampingan dalam mengembangkan bisnis pertanian.

Selain itu, Klinik Konsultasi Agribisnis (KKA) turut hadir sebagai bagian dari Inkubator Agribisnis di BBPP Ketindan. Klinik ini menyediakan layanan konsultasi bagi pengguna jasa inkubator yang memerlukan masukan dan solusi atas tantangan yang dihadapi dalam mengelola usaha pertanian mereka.

Layanan ini diberikan secara langsung baik secara offline maupun online guna meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan keberlanjutan usaha agribisnis.

Kementerian Pertanian terus berupaya untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 dengan fokus pada pertanian yang berkelanjutan, modern, dan berdaya saing global.

Dengan program-program seperti low-cost smart farming dan pengembangan inkubator agribisnis, diharapkan petani milenial tidak hanya menjadi pelaku usaha pertanian, tetapi juga pemimpin pertanian masa depan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam berinovasi serta menghadapi tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks.

Pemerintah berharap bahwa dengan penerapan teknologi dan program pendampingan ini secara luas, sektor pertanian Indonesia semakin maju, petani semakin sejahtera, dan ketahanan pangan nasional semakin kuat dalam menghadapi tantangan global di masa depan.

Diterbitkan di jatimkini.com

Similar Post