Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Cetak SDM Pertanian Modern, Kementan Kenalkan Uji Biostimulan kepada Generasi Muda

Najia
Aug 26, 2026

Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) pertanian sebagai fondasi transformasi menuju pertanian modern, produktif, dan berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan melalui pembelajaran berbasis praktik yang mendekatkan generasi muda dengan inovasi dan teknologi pertanian.

Komitmen itu salah satunya diwujudkan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan melalui kegiatan diseminasi dan pengujian biostimulan Bhumi ManTra pada budidaya stroberi dalam polybag.

Kegiatan yang berlangsung Kamis (20/8/2026) tersebut melibatkan siswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari SMKN 1 Purwosari dan SMK PP Negeri Kupang.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam membawa pertanian Indonesia menuju sistem yang semakin modern dan berbasis teknologi.

“Pertanian harus dikelola secara modern dan profesional. Kita ingin anak-anak muda tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi menjadi pelaku dan penggerak pertanian yang mampu menciptakan inovasi serta lapangan kerja,” ujar Amran.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya membangun SDM pertanian yang inovatif, adaptif, dan mampu menjawab berbagai tantangan di lapangan.

Menurutnya, proses pembelajaran bagi generasi muda perlu diperkuat dengan pengalaman praktik agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan teknologi, melakukan pengamatan, serta mengambil keputusan berdasarkan data.

“SDM pertanian harus terus didorong agar inovatif, adaptif, dan mampu menghadirkan solusi sesuai dengan tantangan yang dihadapi di lapangan. Karena itu, proses pembelajaran dan pelatihan harus semakin dekat dengan praktik serta perkembangan teknologi pertanian,” ujar Idha.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa didampingi Widyaiswara BBPP Ketindan Adhis Millia Windhy dan Sundoko. Mereka tidak hanya belajar teknik budidaya stroberi, tetapi juga terlibat langsung dalam pengujian penggunaan biostimulan Bhumi ManTra.

Sebanyak 20 polybag stroberi disiapkan sebagai objek pengamatan. Sebanyak 10 polybag diberikan perlakuan biostimulan Bhumi ManTra, sedangkan 10 polybag lainnya digunakan sebagai tanaman kontrol dengan perawatan standar.

Adhis menjelaskan, pola praktik tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman kepada siswa mengenai penerapan inovasi pertanian sekaligus memperkenalkan metode pengamatan berbasis data.

“Melalui praktik langsung ini, siswa belajar bahwa inovasi pertanian tidak cukup hanya diterapkan, tetapi juga perlu diamati dan dibandingkan berdasarkan data. Dari sini mereka belajar bagaimana sebuah perlakuan dapat dievaluasi secara lebih objektif,” jelas Adhis.

Pada tahap awal, siswa melakukan penyiapan media tanam, pemilihan bibit vegetatif stroberi yang sehat, hingga penanaman di dalam polybag. Tanaman selanjutnya akan dipelihara dan diamati secara berkala untuk mengetahui perkembangan pertumbuhan antara tanaman yang memperoleh perlakuan biostimulan dan tanaman kontrol.

Sundoko menambahkan, hasil pengamatan akan menjadi bagian dari laporan PKL siswa. Para siswa akan mencatat berbagai parameter pertumbuhan secara rutin, kemudian membandingkan data dari kedua kelompok tanaman.

“Anak-anak akan melakukan pencatatan parameter pertumbuhan secara rutin. Data dari kedua kelompok tanaman kemudian dibandingkan dan menjadi bahan dalam penyusunan laporan PKL. Jadi, mereka tidak hanya memperoleh keterampilan budidaya, tetapi juga pengalaman melakukan pengamatan dan mengolah data,” ungkap Sundoko.

Pembelajaran berbasis praktik tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan analitis dan pemecahan masalah. Kompetensi tersebut semakin dibutuhkan seiring berkembangnya pertanian yang mengedepankan teknologi, efisiensi, produktivitas, dan ketepatan dalam pengambilan keputusan.

Melalui kegiatan ini, BBPP Ketindan memperkuat perannya sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan kompetensi SDM pertanian. Pengalaman siswa selama PKL diharapkan menjadi bekal untuk mengembangkan inovasi dan praktik pertanian modern di sekolah maupun daerah asal masing-masing.

Penguatan SDM tersebut sekaligus mendukung agenda Kementan dalam mempercepat transformasi pertanian dan mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Dengan generasi muda yang semakin terampil, adaptif terhadap teknologi, dan berani berinovasi, regenerasi petani diharapkan mampu menjadi kekuatan baru dalam pembangunan pertanian nasional.

Similar Post