Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Demplot Sayuran Percepat Adopsi Teknologi Pertanian di Mimika Timur

Nadif
Jul 15, 2026

Mimika – Demonstration plot (demplot) menjadi salah satu strategi efektif dalam mempercepat adopsi inovasi dan teknologi pertanian di tingkat petani. Melalui praktik langsung di lapangan, petani tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga dapat melihat secara nyata penerapan teknologi budidaya yang lebih efisien dan produktif sesuai kondisi wilayah.

Transformasi pertanian menuju sistem yang modern juga terus didorong melalui penerapan teknologi tepat guna yang mudah diadopsi petani.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa modernisasi pertanian harus menghadirkan inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memberikan manfaat nyata bagi petani.

“Teknologi pertanian harus mampu meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, dan mudah diterapkan di lapangan sehingga dapat mempercepat terwujudnya swasembada pangan,” tegas Mentan Amran.

Penguatan sumber daya manusia menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya tersebut. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menilai penyuluh pertanian memiliki peran strategis sebagai penghubung antara inovasi dan petani melalui pendampingan yang berkelanjutan.

“Penyuluh harus mampu menjadi agen perubahan yang mempercepat adopsi teknologi melalui pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah,” ujar Santi.

Sebagai implementasi di lapangan, para penyuluh pertanian Distrik Mimika Timur memanfaatkan lahan percontohan di Kampung Kaungau untuk mengembangkan budidaya tanaman hortikultura sekaligus menjadi media pembelajaran bagi petani, pada Selasa (14/7/2026).

Penyuluh Pertanian Distrik Mimika Timur, Jeremias, melakukan pengolahan tanah menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan) pada lahan percontohan yang telah dipersiapkan. Pemanfaatan alsintan mampu mempercepat proses pengolahan lahan, meningkatkan efisiensi kerja, serta menghasilkan kondisi tanah yang siap tanam.

Setelah pengolahan lahan selesai, penyuluh bersama petani menanam berbagai komoditas hortikultura, seperti kangkung, bayam, kacang panjang, dan sawi. Komoditas tersebut dipilih karena memiliki umur panen yang relatif singkat, teknik budidaya yang mudah diterapkan, serta berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Jeremias menjelaskan bahwa lahan percontohan diharapkan menjadi sarana pembelajaran bagi petani dalam menerapkan budidaya sayuran yang baik, mulai dari pengolahan tanah, penanaman, hingga pemeliharaan tanaman.

“Melalui praktik langsung di lapangan, petani dapat melihat dan mempelajari setiap tahapan budidaya sehingga lebih mudah menerapkan teknologi yang sesuai dengan kondisi wilayahnya,” ujarnya.

Selain menjadi media pembelajaran, demplot juga dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi penerapan teknologi budidaya sehingga penyuluh dapat terus melakukan penyempurnaan metode pendampingan sesuai kebutuhan petani di lapangan.

Melalui pemanfaatan lahan percontohan, penerapan mekanisasi pertanian, dan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan semakin banyak petani di Distrik Mimika Timur yang terdorong mengembangkan budidaya hortikultura secara lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan mampu memperluas pengembangan komoditas sayuran sebagai sumber pangan bergizi sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Novi/ Asep Koswara*

Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/07/15/demplot-sayuran-percepat-adopsi-teknologi-pertanian-di-mimika-timur/

Similar Post