Malang – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan melaksanakan kegiatan panen padi di lahan percontohan seluas 3.100 m2 sebagai bagian dari pembelajaran praktik lapang dan pengenalan varietas unggul kepada peserta pelatihan maupun masyarakat pertanian.
Kegiatan panen dilaksanakan di lahan praktik BBPP Ketindan dengan tiga varietas padi unggulan, yaitu varietas IR 64 seluas 800 m2, varietas IPB 9 seluas 750 m2, dan varietas Inpari 32 seluas 1.550 m2.
Panen ini menjadi sarana pembelajaran bagi peserta pelatihan dalam mengenal karakteristik, keunggulan, serta potensi produktivitas dari masing-masing varietas padi. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk implementasi pembelajaran berbasis praktik yang terus dikembangkan oleh BBPP Ketindan.
Varietas IR 64 merupakan salah satu varietas padi yang telah lama dikenal dan banyak diminati petani karena memiliki kualitas nasi yang pulen, rasa yang baik, serta produktivitas yang stabil. Varietas ini masih banyak dibudidayakan karena adaptif di berbagai kondisi lahan.
Sementara itu, varietas IPB 9 memiliki potensi hasil tinggi dengan pertumbuhan tanaman yang baik dan adaptif terhadap berbagai kondisi lingkungan. Varietas ini dikembangkan untuk mendukung peningkatan produksi padi nasional melalui penggunaan benih unggul berkualitas.
Adapun varietas Inpari 32 menjadi salah satu varietas unggulan yang cukup populer di kalangan petani karena memiliki potensi hasil tinggi, tahan terhadap beberapa gangguan penyakit tanaman, serta memiliki kualitas gabah yang baik.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peningkatan produksi pangan nasional perlu didukung dengan penguatan teknologi, modernisasi pertanian, serta penggunaan varietas unggul. Dalam berbagai kesempatan, Mentan Amran juga menekankan pentingnya percepatan swasembada pangan melalui peningkatan produktivitas pertanian dan penguatan SDM pertanian.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa pengembangan SDM pertanian menjadi faktor utama dalam mendukung modernisasi sektor pertanian. Pelatihan berbasis praktik lapang dinilai penting untuk meningkatkan kompetensi insan pertanian dan produktivitas di lapangan.
Melalui kegiatan panen padi di lahan percontohan ini, BBPP Ketindan terus berkomitmen mendukung pengembangan sumber daya manusia pertanian yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing melalui pelatihan berbasis praktik lapang serta pemanfaatan teknologi pertanian modern. Humas BBPP Ketindan
Diterbitkan di megapolitannews.com


