Bangkalan – Penguatan kapasitas penyuluh pertanian terus dilakukan untuk mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Sebanyak sepuluh orang penyuluh pertanian di Kabupaten Bangkalan, Kepulauan Madura, Provinsi Jawa Timur, mengikuti Pelatihan Teknis Bagi Penyuluh Pertanian Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan Angkatan VIII yang berlangsung pada 3–5 Juni 2026 dengan metode blended learning.
Pelatihan yang difasilitasi Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan ini dilaksanakan secara daring pada hari pertama, kemudian dilanjutkan secara tatap muka di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan pada 4–5 Juni 2026.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi penyuluh sebagai ujung tombak pendampingan petani, khususnya dalam mendukung program optimalisasi lahan (Oplah), penguatan Brigade Pangan, serta peningkatan produksi pangan nasional.
Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Lapangan Kabupaten Bangkalan, Bambang, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi penyuluh menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan teknologi dan tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks.
“Penyuluh pertanian memiliki peran strategis dalam mendampingi petani. Karena itu, kompetensi harus terus ditingkatkan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, digitalisasi pertanian, serta memberikan pendampingan yang efektif kepada petani dan Brigade Pangan,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi penerapan teknologi pertanian modern, digitalisasi penyuluhan dan sistem informasi pertanian, teknik pendampingan efektif Brigade Pangan, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) padi. Materi tersebut dirancang untuk memperkuat kemampuan penyuluh dalam mendukung pertanian yang produktif, efisien, dan berbasis data.
Narasumber dari BBPP Ketindan, Solikin, menjelaskan bahwa penguasaan teknologi dan pemanfaatan sistem informasi pertanian menjadi kebutuhan utama bagi penyuluh dalam mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat di lapangan.
Selain pembelajaran di kelas, peserta juga aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait berbagai tantangan pendampingan petani, mulai dari penerapan teknologi budidaya hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman padi. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya komitmen penyuluh untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia pertanian yang mampu bergerak cepat dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Pertanian modern membutuhkan SDM yang unggul. Penyuluh harus menjadi motor penggerak perubahan di lapangan agar inovasi dan teknologi dapat diterapkan petani untuk meningkatkan produksi,” tegas Mentan Amran.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa penguatan kapasitas penyuluh merupakan investasi penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
“Penyuluh pertanian adalah garda terdepan pembangunan pertanian. Karena itu, kompetensinya harus terus diperkuat agar mampu mendampingi petani menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang pertanian modern,” ujar Santi.
Melalui pelatihan ini, penyuluh pertanian di Kabupaten Bangkalan diharapkan semakin mampu mengimplementasikan teknologi pertanian modern, memperkuat kelembagaan Brigade Pangan, serta meningkatkan kualitas pendampingan kepada petani guna mendukung terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan. Solikin*
Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/06/05/digitalisasi-dan-brigade-pangan-jadi-fokus-penguatan-kapasitas-penyuluh-di-bangkalan/


