Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Digitalisasi, Senjata Baru Penyuluh Pertanian Wujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan

Nadif
May 23, 2026

Sampang – Upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia pertanian terus dilakukan guna mendukung percepatan swasembada pangan berkelanjutan. Salah satunya melalui Pelatihan Teknis Bagi Penyuluh Pertanian Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan Angkatan VI yang dilaksanakan di Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur, pada 21–23 Mei 2026 dengan metode blended learning.

Kegiatan diawali secara daring pada hari pertama dan dilanjutkan pembelajaran tatap muka pada 22–23 Mei 2026 di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sampang. Pelatihan ini diikuti para penyuluh pertanian dari berbagai wilayah kerja di Kabupaten Sampang dengan antusiasme tinggi.

Pelatihan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan kapasitas penyuluh pertanian, khususnya dalam menghadapi tantangan pertanian modern, digitalisasi pertanian, serta penguatan kelembagaan Brigade Pangan di wilayah optimalisasi lahan (oplah).

Dalam sambutannya, Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Lapangan Kabupaten Sampang, Yulia Krisnawati Sukri, menegaskan bahwa penyuluh pertanian memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. Ia menilai peningkatan kompetensi penyuluh menjadi kebutuhan penting agar mampu menjawab tantangan sektor pertanian saat ini.

“Pelatihan ini sangat penting dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi penyuluh pertanian, khususnya di lokasi optimalisasi lahan. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di wilayah kerjanya masing-masing,” ujarnya.

Ia juga berharap pelatihan tersebut dapat memperkuat peran penyuluh dalam melakukan pendampingan kepada petani dan Brigade Pangan guna mendukung percepatan swasembada pangan berkelanjutan di Kabupaten Sampang.

Pada sesi tatap muka di BPP Kecamatan Sampang, materi pelatihan disampaikan oleh Solikin. Materi yang diberikan meliputi penerapan teknologi pertanian modern, manajemen dan tata kelola Brigade Pangan, digitalisasi penyuluhan dan sistem informasi pertanian, hingga teknik pendampingan efektif Brigade Pangan dari aspek kelembagaan.

Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian, penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan), pemanfaatan data pertanian, hingga konsep pertanian berbasis teknologi dan efisiensi usaha tani.

Pada materi digitalisasi penyuluhan, peserta dikenalkan dengan berbagai sistem informasi pertanian seperti SIMLUHTAN, SIMOTANDI, Cyber Extension, dan e-Monev Brigade Pangan yang dapat membantu penyuluh dalam pengumpulan data, monitoring pertanaman, serta pelaporan kegiatan secara digital dan real time.

Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan pengambilan keputusan berbasis data (data driven decision making) dalam mendukung kebijakan pembangunan pertanian, mulai dari penentuan target produksi, kebutuhan pupuk dan benih, hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa transformasi pertanian modern harus didukung oleh SDM pertanian yang mampu menguasai teknologi dan bergerak cepat di lapangan.

“Pertanian modern harus berbasis teknologi dan data. Penyuluh menjadi kunci untuk memastikan inovasi sampai kepada petani,” ujar Amran dalam berbagai kesempatan.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menekankan bahwa penguatan kompetensi penyuluh pertanian harus terus dilakukan agar mampu menjawab tantangan pertanian masa depan.

“Penyuluh pertanian harus terus belajar, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu menjadi motor penggerak pertanian modern di daerah,” tegas Idha. Solikin*

Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/05/22/digitalisasi-senjata-baru-penyuluh-pertanian-wujudkan-swasembada-pangan-berkelanjutan/

Similar Post