Telp/Fax 0341-927123 / 429725

|

Regenerasi Petani Jadi Kunci Penguatan Brigade Pangan

Nadif
Jul 02, 2026

Bangkalan – Regenerasi petani menjadi salah satu fokus utama Kementerian Pertanian dalam mempercepat modernisasi pertanian dan mewujudkan swasembada pangan nasional. Melalui Brigade Pangan, pemerintah mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya menguasai teknik budidaya, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola usaha pertanian secara profesional, adaptif terhadap teknologi, dan berorientasi bisnis.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa transformasi pertanian harus didukung oleh sumber daya manusia yang unggul dan mampu menjadikan pertanian sebagai sektor usaha yang menguntungkan.

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional, dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis serta menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” ujar Mentan Amran.

Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan bahwa regenerasi petani harus dibarengi dengan peningkatan kompetensi teknis, manajerial, dan kewirausahaan agar petani muda mampu menjadi motor penggerak pembangunan pertanian di daerah.

Sebagai implementasi kebijakan tersebut, UPT Pelatihan Kementerian Pertanian menyelenggarakan Pelatihan Teknis Brigade Pangan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Burneh, Kabupaten Bangkalan, pada 29 Juni–1 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 10 petani muda yang tergabung dalam Brigade Pangan dan dipersiapkan menjadi penggerak pertanian modern di wilayahnya.

Berbeda dengan pelatihan konvensional, pembelajaran dirancang menggunakan pendekatan praktik langsung (learning by doing). Melalui metode tersebut, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga langsung mempraktikkan berbagai keterampilan yang dibutuhkan dalam mengelola Brigade Pangan secara profesional.

Materi pelatihan difokuskan pada penguatan jiwa kewirausahaan melalui pembukuan sederhana, analisis kelayakan usaha, hingga perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Selain itu, peserta juga dibekali kompetensi budidaya padi, meliputi penerapan pemupukan berimbang dan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), sehingga mampu meningkatkan efisiensi usaha tani sekaligus menjaga produktivitas lahan.

Salah satu Widyaiswara BBPP Ketindan, Saptini Mukti Rahajeng yang akrab dipanggil Ajeng, menjelaskan bahwa praktik pemupukan berimbang tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil panen, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya lahan.

“Petani perlu memahami bahwa kebutuhan hara setiap lahan berbeda. Karena itu, pemupukan harus dilakukan secara tepat sesuai kebutuhan tanaman agar lebih efisien, menjaga kesuburan tanah, dan mampu meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan,” jelasnya.

Selain mempelajari penggunaan pupuk secara berimbang, peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan bahan-bahan alami sebagai alternatif untuk membantu meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mendukung pengendalian hama dan penyakit tanaman secara lebih ramah lingkungan.

Dipilihnya petani muda sebagai peserta pelatihan bukan tanpa alasan. Generasi muda dinilai memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap inovasi dan teknologi pertanian. Dengan bekal kompetensi yang diperoleh, mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya menerapkan inovasi di lahan usahanya sendiri, tetapi juga menularkan pengetahuan kepada petani lain di wilayah masing-masing.

Melalui penguatan kompetensi teknis, manajerial, dan kewirausahaan, Brigade Pangan diharapkan mampu melahirkan generasi petani yang profesional, inovatif, dan berdaya saing. Regenerasi petani yang berkualitas menjadi fondasi penting dalam membangun pertanian Indonesia yang modern, maju, dan berkelanjutan sekaligus mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Ajeng*

Diterbitkan di https://megapolitannews.com/2026/07/02/regenerasi-petani-jadi-kunci-penguatan-brigade-pangan/

Similar Post